Surabaya - Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Jawa Timur akan merangkul induk organisasi renang (PRSI) setempat untuk menyiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Nasional XIX tahun 2016 di Jawa Barat.

Ketua Umum Pengprov POSSI Jatim Erlangga Satriagung kepada wartawan di Surabaya, Jumat, mengatakan, tantangan PON empat tahun ke depan akan jauh lebih berat dibandingkan dengan pelaksanaan PON XVIII di Riau pada September lalu.

"Kekuatan atlet selam dari beberapa daerah sudah semakin merata. Jabar sebagai tuan rumah sangat bagus di cabang olahraga air, baik renang maupun selam," katanya.

Pada PON 2012, peselam Jatim gagal memenuhi target enam medali emas, setelah hanya mampu merebut empat emas. Hasil itu jauh di bawah perolehan medali emas pada PON XVII/2008 di Kaltim dengan menyabet 12 emas.

"Terlepas munculnya faktor nonteknis, menurunnya prestasi atlet Jatim saat PON 2012 menjadi bukti makin ketatnya persaingan di cabang olahraga ini," tambah Erlangga yang akan mengakhiri periode pertama kepemimpinannya di POSSI Jatim pada Desember 2012.

Mengenai rencana menggandeng Pengprov PRSI Jatim, Erlangga mengatakan bahwa olahraga selam dan renang saling berkaitan erat sehingga dapat berangkulan untuk menyiapkan atlet potensial.

Saat PON 2012, POSSI Jatim sebenarnya sudah melakukan upaya untuk menggenjot perolehan medali emas dengan menarik beberapa perenang, tapi sebagian pihak di PRSI justru menghalanginya.

"Kami sebenarnya hanya merekrut perenang yang tidak memiliki potensi merebut emas. Kalau di renang potensinya hanya dapat perunggu, pindah ke selam ada kemungkinan dapat emas. Tujuan akhirnya tetap untuk kepentingan Jatim," katanya.

Menurut ia, sejumlah provinsi juga melakukan upaya seperti itu untuk tujuan yang lebih besar, selain Pengprov POSSI-nya membina sendiri atlet-atlet selam mulai dari nol.

Terkait rencana pemilihan ketua umum baru POSSI Jatim pada musyawarah provinsi 15 Desember 2012, Erlangga Satriagung menyatakan kesiapannya untuk maju dalam pencalonan dan meneruskan kepemimpinan pada periode keduanya (2012-2016).

"Saya siap saja, asalkan mendapat dukungan dari pengcab-pengcab dan tidak ada halangan di tata tertib musprov untuk mencalonkan diri," ujarnya.

Kabarnya, sebagian besar dari 23 pengurus POSSI kabupaten/kota di Jatim telah memberikan dukungan kepada Erlangga untuk maju lagi, karena menilai masa kepengurusan sebelumnya cukup berhasil, baik dari sisi prestasi maupun organisasi. (*)