Surabaya - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memajukan jadwal pelaksanaan Konferensi Wilayah (Konferwil) dari Juli ke Mei 2013, karena waktunya bertepatan dengan bulan puasa Ramadhan.

"Masa hikmad kepengurusan PWNU dengan Rais Syuriyah KH Miftachul Akhyar dan Ketua Tanfidziah KHM Mutawakkil Alallah pada 2008-2013 akan berakhir tepat pada bulan Juli," kata Humas PWNU Jatim Noor Hadi di Surabaya, Selasa.

Menurut dia, hasil musyawarah kerja NU Jatim di Jember pada 31 Maret- 1 April 2012 mengamanatkan agar konferwil dilaksanakan tepat waktu.

Namun, bulan Juli 2013 justru bertepatan dengan bulan puasa dan NU tidak biasa mengadakan kegiatan selama bulan puasa, sehingga sangat mungkin konferwil justru akan dimajukan.

"Selain itu, bulan Rajab jatuh pada bulan Mei bertepatan dengan Hari Lahir NU, sedangkan jika konferwil mundur akan benturan dengan Pilgub Jatim, sehingga akan semakin lama dan semakin tidak mungkin," katanya.

Apalagi, jika mundur akan merugikan kepengurusan yang baru karena akan memakan waktu, bahkan kalkulasi waktu untuk mundur akan lama karena ada puasa, Idul Fitri, pemilihan gubernur, Idul Adha dan musim haji.

"Alternatifnya adalah maju, karena konferwil itu penting buat NU sebagai bagian dari reorganisasi dan revitalisasi organisasi, kegiatan dihadiri oleh para Rais Syuriah dan ketua Tanfidziyah NU cabang se-Jatim," katanya.

Agenda konferwil sesuai AD/ART adalah pemilihan Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziah, Laporan Pertanggungjawaban, membahas program lima tahunan NU Jatim, mengganti seluruh kepemimpinan lembaga dan lajnah dan lainnya.

"Persiapan konperensi sudah dilakukan mulai sekarang, karena banyak kegiatan yang menyangkut teknis sudah mulai dilakukan oleh PWNU Jatim," katanya.

Kegiatan teknis dimaksud antara lain penyusunan laporan pertanggungjawaban, meminta laporan lembaga lajnah dan Banom, sedangkan undangan, tempat, kepanitian, dan lainya akan dibahas dalam minggu ini.

"Kami berharap dalam Konferwil nanti mendapatkan pemimpin dan pengurus yang mampu mengatur organisasi secara profesioanal, mengemban amanat pendiri NU, dan menjadikan NU menjadi organisasi yang mandiri di segala bidang," katanya. (*)