Trenggalek - Sejumlah warga Trenggalek, Jawa Timur bersama anggota TNI, Tagana dan Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Minggu, bergotong-royong melakukan pembersihan material tanah longsor yang terjadi di tiga desa/lokasi di Kecamatan Bendungan dan Trenggalek.

Anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Trenggalek, Samsul Ma'arif mengatakan, tiga lokasi tersebut di antaranya di Desa Dompyong dan Desa Depok Kecamatan Bendungan serta Dusun Klumutan Desa Dawuhan kecamatan Trenggalek.

"Kami terjun ke lokasi bencana itu sejak pagi tadi, ada berapa tim yang diterjunkan. Bersama-sama warga langsung menyingkirkan material longsor yang menimpa rumah warga dengan menggunakan cangkul," katanya.

Menurutnya upaya pembersihan di dua lokasi, yakni di Desa Dawuhan dan Depok dapat berjalan dengan lancar, sedangkan untuk longsor yang terjadi di samping Mapolsek Bendungan (Desa Dompyong) pihaknya tidak berani melakukan pembersihan material tanah secara total karena takut terjadi longsor susulan.

"Karena kalau tanah yang longsor itu dikeruk maka tanah yang ada di atasnya itu bisa longsor lagi, sehingga kami tadi hanya melakukan evakuasi barang-barang milik warga yang rukonya hancur tertimbun tanah," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Joko Rusianto mengatakan, pihaknya telah menginventarisir kerusakan di masing-masing lokasi bencana. Ia juga mengusulkan bantuan berupa kawat bronjong ke BPBD Provinsi Jatim untuk mencegah terjadinya longsor susulan.

"Bronjong nanti dipasang pada lokasi yang longsor, tujuannya untuk menahan tanah itu supaya tidak melorot ketiga terjadi hujan deras, kalau dengan bronjong Insyaallah kuat," katanya.

Dari hasil tinjauan di beberapa lokasi kejadian, BPBD menyimpulkan masih terdapat potensi terjadinya longsor susulan. Untuk itu Joko berharap warga yang berada di sekitar lokasi untuk meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat terjadi hujan deras.

Hal tersebut dibenarkaan oleh salah satu warga Desa Dawuhan, Subani. Ia mengaku tebing yang berada di belakang rumahnya kini telah retak dan rawan ambrol.

"Lokasinya persis di atas longsoran kemarin, panjangnya lebih dari tiga meter, bahkan yang di belakang rumah sebelah itu juga sudah melorot," ujarnya.

Bencana tanah longsor terjadi sehari sebelumnya atau Sabtu sore (24/11) di tiga lokasi di Kabupaten Trenggalek. Longsor terparah terjadi di samping Mapolsek Bendungan. Tembok penahan tebing sepanjang 25 meter ambrol bersama material tanah. Akibatnya tiga ruko milik warga hancur.

Sedangkan tanah longsor yang terjadi di Desa Depok, Kecamatan Bendungan menimpa sebuah SD. Meski tidak parah, potensi longsor susulan mengancam beberapa rumah penduduk yang ada di sekitarnya.

Sementara itu di Desa Dawuhan, dapur milik Subani hancur tersapu material longsor. *