Surabaya - Sekitar 10 ribu buruh di Jawa Timur merencanakan melakukan demo lagi menuntut kenaikan nilai Upah Minimun Kabupaten/Kota (UMK) 2013 di Gedung Negara Grahadi pada 20-21 November 2012.

"Kami akan kembali turun ke jalan dengan tuntutan yang sama, yakni menuntut kenaikan UMK 2013 sebesar Rp2,2 juta, khususnya di Ring 1 yang meliputi Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan dan Mojokerto," kata Sekretaris Majelis Pekerja Buruh Indonesia, Jamaludin, Senin.

Menurut dia, aksi akan terus dilakukan para buruh sampai tuntutannya dipenuhi oleh pemerintah. Bahkan, buruh mengancam melumpuhkan roda perekonomian di Jatim dengan mogok bekerja jika sampai tidak dikabulkan.

Jamaludin mengaku, pada Selasa dan Rabu, massa dari berbagai elemen buruh tidak sebanyak seperti yang melakukan demo pada hari Senin ini.

"Massa berdemo untuk mengakselerasi dan mengawal hasil pertemuan antara perwakilan Pemprov Jatim dan perwakilan buruh dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar di Jakarta," katanya.

Sementara itu Kapolda Jatim Irjen Pol Hadiatmoko mempersilakan massa untuk kembali melakukan aksinya. Ia bahkan berjanji akan melakukan pengawalan mulai dari lokasi berkumpul hingga ke lokasi demo.

"Kami juga akan mengawal sampai pulang ke daerah masing-masing. Silakan berdemo dan semoga terus berjalan tertib mulai berkumpul hingga pulang," ujarnya.

Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Komisaris Polisi Suparti mengaku sudah menyiapkan anggotanya untuk mengawal demo buruh. Untuk total kekuatan, pihaknya menyiapkan sekitar 1.000 lebih personel kepolisian.

"Sistem penjagaan terbuka dan tertutup, yakni berseragam dan tidak berseragam. Di samping itu, di titik-titik kumpul dibantu personel Polsek setempat, serta bantuan dari Polda Jatim," terangnya.

Rencana aksi tersebut merupakan lanjutan dari demo buruh yang digelar Senin ini. Ribuan orang dari berbagai elemen menggelar demo di Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan dan selanjutnya bergerak ke Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo.

Aksi berlangsung sejak pagi hingga sore hari dan sempat memacetkan beberapa ruas jalan utama di Surabaya. Polisi terpaksa menutup Jalan Gubernur Suryo karena banyaknya massa. (*)