Surabaya - Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2012 akan dikemas berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yakni tidak banyak seremonial melainkan lebih menekankan nilai-nilai kebangsaan dan kepahlawanan bagi generasi muda.

Ketua pelaksana Peringatan Hari Pahlawan Herry Lentho, Rabu, mengatakan peringatan Hari Pahlawan 2012 mengusung tema "Studi Bangsa".

"Kenapa kami mengambil tema studi bangsa?, supaya peringatan tidak hanya seremonial saja, namun sekaligus menanamkan nilai kepahlawanan dan kebangsaan pada generasi mendatang," jelasnya.

Menurut dia, selama 67 tahun memperingati Hari Pahlawan, seakan tidak ada makna yang bisa diaktualisasiakan dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini dikarenakan masih adanya penyakit sosial di masyarakat seperti halnya masih banyak pertikaan antarsuku dan agama, tawuran antarpelajar, korupsi dan lainnya.

"Ini seoalah-olah hanya seremonial saja, makanya kami ingin ubah itu," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Surabaya Maulisa Nurusia menambahkan, dengan tema "studi bangsa", semua program diorientasikan sebagai media belajar bagi anak muda tentang spirit Surabaya sebagai Kota Pahlawan.

Untuk itu, lanjut dia, para siswa yang mengikuti studi tour kejuangan dan kebangsaan diajak keliling mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Surabaya seperti Plampitan, Pandean, dan Peneleh sebagai salah satu situs tempatnya para tokoh Nasional.

"Di Peneleh para pelajar akan tahu bahwa Pahlawan Nasional seperti HOS Cokro Aminoto, Semaun, Karto Suwiryo dan Bung Karno pernah tinggal di sana," katanya.

Menurut dia, Peringatan Hari Pahlawan tahun ini telah digelar mulai 27 Oktober hingga 10 November. Beragam kegiatan yang diselenggarakan, selain studi tour kejuangan dan kebangsaan, sekolah kebangsaan, Surabaya membara, Parade Surabaya Juang, dan Pemutaran Film Dokumenter 100 tahun Bung Karno.

Selain itu, pada 10 November mendatang seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya, plaza , perhotelan dan restoran diimbau memakai pakaian perjuangan.

Bahkan pada upacara Perngatan Hari Pahlawan, 10 November, Pukul 09.00 WIB, kata dia, pemkot menghimbau masyarakat untuk menghentikan aktivitasnya sejenak guna mengheningkan cipta selama 60 detik. (*)