Bojonegoro - KPU Bojonegoro, Jawa Timur, mengelar debat pasangan calon bupati-wakil bupati di studio stasiun televisi swasta di Surabaya, dengan pertimbangan biaya lebih murah dibandingkan jika acara debat itu digelar di Bojonegoro.

"Alokasi anggaran yang kita persiapkan tidak mencukupi untuk membiayai pelaksanaan acara debat pilkada di Bojonegoro," kata Ketua KPU Bojonegoro Mundzar Fahman, Senin.

Meski demikian, jelasnya, jadwal pelaksanaan debat pilkada tidak ada perubahan, tetap dilaksanakan Selasa (30/10) dengan menghadirkan lima pasangan peserta pilkada baik yang diusung parpol maupun jalur independen.

"Kelima pasangan peserta pilkada menyatakan siap hadir, paling tidak informasi yang kami terima sampai Minggu (28/10)," ucapnya.

Ia mengaku mempersiapkan lima meja lengkap dengan kursi sesuai dengan jumlah pasangan peserta pilkada yang dihadirkan dalam acara debat.

Jika ada pasangan yang tidak hadir, maka meja dan kursi yang bersangkutan tetap dibiarkan kosong.

"Dalam acara debat itu, masing-masing pasangan disepakati hanya diperbolehkan membawa 15 orang pendukung," katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan debat akan menampilkan moderator pakar komunikasi dari Universitas Airlangga Sukowidodo dan panelis Profesor Hotman Siahaan.

Pilkada Bojonegoro diikuti tiga pasangan yang diusung parpol yaitu Suyoto-Setyo Hartono, M Thalhah-Budiyanto, dan M Choiri-Untung Basuki serta dua pasangan dari jalur independen Andromeda Qomariah dan Sarif Usman.

Secara terpisah pasangan Suyoto-Setyo Hartono, Andromeda Qomariah, dan Sarif Usman-Syamsiah Rahim menyatakan siap hadir dalam acara debat.

Namun pasangan M Thalhah-Budiyanto dan M Choiri-Untung Basuki menyatakan masih pikir-pikir untuk menghadiri acara debat itu.

"Kemungkinan saya tidak hadir," kata M Choiri yang juga Kepala Desa Plesungan, Kecamatan Kapas. (*)