Gresik - Upah Minimum Kabupaten (UMK), Jawa Timur tahun 2013 diusulkan naik 10 persen dari tahun 2012, yakni mencapai Rp1.382.000.

Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Gresik, Suyitno, Rabu mengatakan, kenaikan 10 persen dipilih karena hasil survei Kemampuan Hidup Layak (KHL) menunjukan besaran UMK jauh dibawah tahun 2012 yang mencapai Rp1.257.300.

"Masak UMK tahun 2013 lebih rendah, maka dari itu kami mendesak perwakilan kami di Dewan Pengupahan Kabupaten Gresik supaya UMK dapat dinaikan 10 persen, menjadi Rp1.382.000 atau lebih tinggi dibanding tahun 2012 yang mencapai Rp1.257.300," katanya.

Dikatakannya, survei KHL yang dilakukan di Pasar Kota, Pasar Sumput Driyorejo dan Pasar Menganti hasilnya berbeda, dan rata-rata menunjuk hasil dibawah besaran UMK 2012 Rp1.257.300.

Hasil itu sangat memberatkan perwakilan buruh yang ada di dewan pengupahan, sehingga mayoritas buruh meminta besaran UMK 2013 ada kenaikan 10 persen dari UMK 2012.

Sementara itu, dari hasil rapat dewan pengupahan Kabupaten Gresik yang dilakukan pekan lalu belum dihasilkan nilai besaran UMK tahun 2013 karena rapat mengalami "deadlock".

Hal ini menyebabkan Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, melakukan pertemuan internal di luar dewan pengupahan Kabupaten Gresik beberapa waktu lalu.

Sebab, pada tanggal 31 Oktober hasil UMK harus sudah diputuskan, dan tanggal 9 Nopember dikirim ke tingkat provinsi serta tanggal 22 Nopember diputuskan oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.

"Dalam pertemuan yang difasilitasi bupati, sempat muncul besaran UMK 2013 mencapai Rp1.400.000 atau ada kenaikan sebesar 12 persen dari UMK 2012. Namun, usulan itu membuat para pengusaha keberatan. Sebab, pengusaha hanya berharap UMK dinaikkan maksimal 8 persen," kata salah seorang anggota dewan pengupahan yang tidak mau disebut namanya.

Menanggapi hal itu, Sambari menolak berkomentar, dan meminta masyarakat untuk bersabar menunggu angka hasil kesepakatan.

"Kita tunggu angka kesepakatan bersama, dan jangan memancing untuk menyebutkan besaran UMK," kata Sambari ditemui usai sidang paripurna.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Gresik, Edi Purwanto mengakui, hingga kini belum ada kesepakatan besaran angka UMK.

Meski demikian, pihaknya yakin ada kenaikan angka dibanding UMK tahun 2012, sebab saat ini komponen penentuan KHL jumlahnya meningkayt menjadi 60 item dari sebelumnya yang hanya 46 item.

"Kemungkinan besar ada kenaikan, dan hanya berapa persen, oleh karena itu mari kita menunggu hasil rapat dewan pengupahan nanti," katanya.(*)