Malang - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengingatkan r warga mewaspadai ancaman puting beliung pada peralihan musim atau. masa pancaroba saat ini.

Kepala Seksi Observasi, Analisa dan Informasi BMKG Karangploso Rahmatullah Aji, Sabtu, mengatakan, pada peralihan musim kemarau ke musim hujan akan menyebabkan hujan lebat dan angin kencang yang berpotensi puting beliung.

"Saat pancaroba memang sulit diprediksi intensitas hujan angin kencangnya karena rata-rata masih bersifat lokal dan setiap saat bisa terjadi angin kencang yang di lingkungan masyarakat dikenal dengan putting beliung," katanya.

Saat ini, lanjutnya, intensitas hujan masih ringan dan lokal, namun cuaca pada umumnya berawan dan berpeluang hujan lokal. Angin pada umumnya dari arah tenggara barat daya dengan kecepatan antara 5-30 kilometer per jam.

Sedangkan suhu udara berkisar antara 17-31 derajat celcius dengan kelembaban udara sekitar 44-90 persen.

Selain putting beliung, katanya, yang perlu diwaspadai masyarakat adalah bahaya tanah longsor. Kecenderungan hujan yang turun tiba-tiba dengan kuantitas tinggi cukup memengaruhi kondisi tanah yang semula kering dan retak-retak.

"Kami mengingatkan kepada warga agar waspada menjelang peralihan musim ini terutama di daerah yang dekat dengan tebing karena biasanya pada awal musim hujan potensi longsor cukup besar," tegasnya.

Menyinggung turunnya hujan beberapa hari terakhir ini Rahmatullah Aji mengatakan, hujan memang sudah turun, namun belum bisa dikatakan telah masuk musim penghujan karena kuantitasnya belum mencapai angka yang dipersyaratkan, yakni 150 mililiter selama sebulan.

Beberapa kecamatan di Kabupaten Malang yang rawan terjadi bencana tanah longsor di antaranya Pujon, Ngantang, Kasembon, Ampelgading, Tirtoyudo, Sumbermanjing Wetan serta Poncokusumo.(*)