Sidoarjo - Pengurus Cabang Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Sidoarjo meluncurkan program pertandingan usia dini yang dihadiri Bupati Saiful Illah di pendopo kabupaten, Jumat.

Sekretaris Pengurus Cabang PSSI Kabupaten Sidoarjo Ibnu Hanbal mengatakan pembinaan sepak bola usia dini di wilayahnya terus digalakan untuk membangun masa depan sepak bola yang lebih baik lagi.

"Ini adalah langkah awal kami untuk membangun masa depan sepak bola Sidoarjo. Mereka yang berkompetisi hari ini akan menjadi ujung tombak Sidoarjo dalam sepak bola profesional lima tahun mendatang," katanya.

Ia mengemukakan, salah satu bentuknya adalah dengan menggelar pertandingan usia dini yang dimulau 29 September sampai awal Desember mendatang.

Ia mengemukakan, kompetisi usia dini yang dihelat oleh PSSI Sidoarjo ini meliputi Kelompok Usia (KU)-10 sampai KU-16 tahun.

"Dengan jumlah ini, Sidoarjo bakal menjadi salah satu daerah dengan penghasil pemain sepak bola terbanyak di Indonesia," katanya.

Menurutnya, hal ini adalah kompetisi usia dini, format dan regulasi pertandingan tidak sama dengan kompetisi senior.

"Misalnya, untuk KU-10 pemain yang bertanding hanya berjumlah tujuh orang. Sementara untuk KU-12 jumah pemain yang bertanding adalah 9 orang," katanya.

Ia menyebutkan, untuk kategori KU-14 sampai dengan KU 16 tahun, jumlah pemain yang bertanding adalah 11 pemain dengan durasi waktu tanding yang dikurangi
"Yang jelas hasil dari kompetisi ini baru akan dirasakan pada lima sampai 10 tahun mendatang," katanya.

Ia menambahkan, kompetisi ini akan digelar setiap akhir pekan, yaitu Sabtu dan Minggu dengan menggunakan 36 lapangan yang ada di seluruh Sidoarjo.

Sementara itu Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah sangat mendukung adanya kompetisi seperti ini.

"Hendaknya pemain bagus asal Kabupaten Sidoarjo itu tidak dijual keluar supaya bisa mengharumkan nama Kabupaten Sidoarjo di pertandingan nasional atau bahkan internasional," katanya. (*)