Madiun - Menteri Perhubungan EE Mangindaan menyetujui wacana PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Daerah Operasional VII Madiun untuk membuka kembali jalur kereta lintas cabang Madiun-Ponorogo yang telah ditutup sejak puluhan tahun lalu.

"Pada prinsipnya saya setuju, sebab alat transportasi yang akan kita kedepankan adalah kereta api. Namun, untuk mewujudkan jalur Madiun-Ponorogo dibutuhkan persiapkan. Tadi sudah dibahas dengan Wali Kota Madiun dan beliau siap. Selain itu, petugas juga harus manusiawi karena banyak bangunan yang harus ditertibkan dulu," ujar Menteri Perhubungan E E Mangindaan di Kota Madiun, Jatim, Selasa.

Di sela kunjungan kerja di PT Industri Kereta Api (PT INKA), Mangindaan menyatakan untuk mengaktifkan kembali jalur tersebut perlu waktu. Karena saat ini jalur lama sudah tertutup oleh rumah-rumah warga. Sehingga perlu dilakukan sosialisasi sebelum mengaktifkannya kembali.

"Untuk waktunya belum bisa ditetapkan. Karena saat ini jalur-jalur tersebut sudah banyak yang tertutup dan didirikan rumah-rumah warga. Jadi, harus pelan-pelan. Untuk teknisnya akan diurusi oleh PT KAI dan pemda terkait," kata dia.

Pihaknya menyatakan akan lebih efisien jika memanfaatkan jalur kereta yang sudah ada. Tinggal nantinya akan dilakukan perbaikan di beberapa titik yang perlu.

Manajer Humas PT KAI Daop VII Madiun, Sugianto, mengatakan, terdapat sekitar 1.500 bangunan baik permanen maupun semi permanen milik warga yang dibangun di atas lintasan rel jalur Madiun-Ponorogo. Meski demikian, status tanahnya masih milik PT KAI, warga hanya menyewa.

"Penyewaan tanah tersebut selama ini terus diperbarui setiap tahunnya. Dan dalam perjanjian disebutkan PT KAI dapat mengambil kembali," kata Sugianto.

Wali Kota Madiun Bambang Irianto juga menyatakan hal yang sama. Pihaknya mengaku mendukung pembukaan kembali jalur kereta api lintas cabang Madiun-Ponorogo, karena hal tersebut berkaitan dengan kepentingan umum.

"Saya siap memfasilitasi dan melakukan mediasi antara warga saya dan PT KAI. Karena ini berkaitan dengan kepentingan umum. Kalau waktu pelaksanaannya tergantung dari kesiapan PT KAI," kata Bambang singkat.

Wacana PT KAI untuk membuka kembali jalur kereta api lintas cabang Madiun-Ponorogo adalah untuk mengatasi kepadatan lalu lintas dari arah Madiun ke Ponorogo dan sebaliknya. Adapun, jalur Madiun-Ponorogo tercatat memiliki panjang mencapai 58 kilometer spoor dan telah ditutup sejak tahun 1983. Jalur tersebut dulunya terbentang antara Stasiun Madiun hingga Stasiun Slahung, Ponorogo, yang berfungsi sebagai angkutan barang dan penumpang.

Sementara itu, kunjungan kerja Menteri Perhubungan E E Mangindaan ke PT INKA adalah untuk meninjau proyek-proyek dari Kementerian Perhubungan yang dikerjakan oleh INKA, di antaranya pembangunan 20 unit kereta ekonomi AC, 10 rangkaian kereta rel lisrik (KRL), kereta rel diesel Indonesia (KRDI), tiga unit lokomotif dan lainnya. (*)