Benghazi (ANTARA/Reuters) - Libya menutup wilayah udaranya di atas bandar udara Benghazi selama beberapa jam karena adanya tembakan oleh kelompok Muslim yang diarahkan kepada pesawat-pesawat pengintai Amerika Serikat yang terbang di atas kota itu, beberapa hari setelah duta besar AS dan tiga warga Amerika lainnya tewas dalam serangan.

Penutupan bandara itu memicu spekulasi bahwa AS sedang mengerahkan pasukan khusus dalam mempersiapkan serangan terhadap para militan yang terlibat dalam serangan.

Seorang pejabat Libya mengatakan pesawat-pesawat pengintai Amerika itu terbang di atas kompleks kedutaan dan kota Benghazi, mengambil gambar serta memeriksa lokasi-lokasi kelompok militan radikal yang diyakini telah merencanakan dan melancarkan serangan terhadap konsulat AS pada Selasa.

Kelompok-kelompok militan menggunakan senapan anti-pesawat untuk menembak pesawat-pesawat pengintai hingga memaksa pihak berwenang menutup bandara karena mereka mengkhawatirkan keselamatan para penumpang pesawat.

"Dua pesawat pengintai Amerika terbang di atas Benghazi tadi malam dengan sepengetahuan pihak berwenang Libya," kata Wakil Menteri Dalam Negeri Wanis al-Sharif kepada Reuters.

"Pesawat-pesawat itu bisa terlihat, dan mengalami serangan persenjataan anti-pesawat yang digunakan oleh milisi-milisi bersenjata."

"Karena alasan itulah pihak keamanan Benghazi memutuskan untuk menutup wilayah udara Benghazi. Keputusan apapun untuk mengizinkan operasi apapun di wilayah Libya akan diambil melalui koordinasi antara kongres dan pemerintah baru." (*)