Jember - Harga tembakau jenis rajang dan kasturi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang sempat anjlok di pasaran, kini mulai merangkak naik.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember, Ahmad Sudiyono, Jumat, mengatakan harga tembakau rajang saat ini sekitar Rp27 ribu per kilogram dan tembakau kasturi sebesar Rp34 ribu per kg, padahal sebelumnya harga kedua jenis tembakau tersebut berkisar Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kg.

"Memang harga tembakau di Jember selama beberapa pekan terakhir turun hingga 20 persen, sehingga banyak petani yang mengeluhkan anjloknya harga tembakau jenis rajang dan kasturi tersebut," tuturnya.

Menurut dia, pemkab tidak bisa menetapkan harga karena tembakau tidak memiliki harga pembelian pemerintah (HPP) seperti halnya gabah atau beras, sehingga harga tembakau mudah naik dan turun.

"Sejumlah pabrikan di Jember mulai menaikkan harga tembakau dari sebelumnya sebesar Rp30 ribu menjadi Rp34 ribu rupiah untuk jenis kasturi," katanya.

Tingginya harga tembakau di Jember, lanjut dia, menyebabkan para petani luar kota beramai-ramai menjual hasil panen tembakaunya ke Jember.

"Harga tembakau yang tinggi di sini dilirik oleh kabupaten tetangga seperti Probolinggo, Bondowoso, dan Lumajang karena harga tembakau di sana masih rendah," paparnya.

Kendati demikian, lanjut dia, pihak pabrikan di Jember masih mengutamakan tembakau lokal daripada tembakau luar kota karena selama ini kualitas tembakau Jember masih cukup bagus.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Kasturi Jember, Abdurrahman, mengatakan harga tembakau kasturi mulai naik kembali sekitar Rp30 ribu per kg, namun petani masih berharap harganya terus merangkak naik hingga Rp40 ribu per kg seperti tahun lalu.

"Turunnya harga tembakau bukan karena persediaannya yang melimpah di Jember, namun permainan harga yang dilakukan oleh tengkulak. Para petani tembakau mengambil inisiatif untuk menjual tembakau langsung ke pabrikan agar harga kembali normal," katanya. (*)