Madiun - Pemerintah menganggarkan dana Rp60 miliar untuk membebaskan tanah milik warga yang terimbas proyek Jalan Tol Solo-Kertosono ruas Mantingan-Kertosono di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada 2012.

"Dana pembebasan tanah sebesar Rp60 miliar tersebut ditargetkan tahun ini bisa terbayarkan untuk mengganti tanah yang terdampak di wilayah Kecamatan Pilangkenceng dan Mejayan," kata Plt Asisten Pemerintahan Kabupaten Madiun Anang Sulistijono, Rabu.

Ditemui seusai rapat perkembangan pelaksanaan pembangunan jalan tol ruas Mantingan-Kertosono di Madiun, Anang mengatakan dana sebesar Rp60 miliar tersebut merupakan jatah awal yang telah ditetapkan oleh Panitia Pembebasan Tanah (P2T) untuk beberapa bagian lahan milik warga di Kabupaten Madiun yang terdampak dari proyek nasional tersebut.

"Targetnya memang untuk dua kecamatan dari enam wilayah kecamatan yang terdampak. Namun, itu belum pasti sebab belum ada kesepakatan besaran harga tanah dari P2T dengan warga sehingga kami juga belum dapat menghitung berapa desa dari berapa kecamatan yang bisa terbayar melalui dana sebesar Rp60 miliar tersebut," kata Anang.

Ia mengakui perkembangan pelaksanaan pembangunan jalan tol Solo-Kertosono ruas Mantingan-Kertosono di Kabupaten Madiun berjalan lambat dibandingkan daerah lain karena terdapat beberapa faktor yang menjadi kendala.

Di antaranya adalah, banyaknya tahapan yang belum dilalui seperti penyiapan surat keputusan satgas dan surat keputusan penentuan harga yang dikelola oleh beberapa satuan kerja sehingga, tiga tahapan kriteria sebelum pembayaran pembebasan tanah terkendala dilakukan.

"Ada beberapa desa yang belum mendapatkan tahapan sosialisasi, inventarisasi, dan identifikasi. Sehingga tahapan pengumuman dan musyawarah dengan masyarakat untuk menentukan harga belum dapat dilakukan," kata dia.

Selain itu, yang menjadi kendala lain adalah, adanya lahan milik Perhutani yang ikut terdampak. Meskipun hal tersebut merupakan kewenangan pusat, namun pemerintah daerah juga terlibat dalam proses tukar guling nantinya.

"Terdapat lima desa dari Kecamatan Mejayan dan Pilangkenceng yang ditargetkan dilakukan tiga tahapan awal, yakni sosialisasi, inventarisasi, dan identifikasi. Adapun lima desa tersebut adalah, Desa Purworejo, Wonoayu, dan Kedungrejo di Kecamatan Pilangkenceng, serta Desa Bangunsari dan Ngampel di Kecamatan Mejayan," tambahnya.

Jumlah desa yang terdampak proyek ini mencapai 26 desa yang terdapat di enam kecamatan di antaranya, Kecamatan Pilangkenceng, Mejayan, Saradan, Sawahan, Balerejo, dan Madiun.

Ia berharap semua tahapan proyek pemerintah pusat ini dapat berjalan lancar. Sesuai target, pembangunan fisik akan mulai dilakukan pada 2013.

Disinggung soal situs bersejarah di wilayah Saradan yang nyaris terdampak dengan proyek tol, Anang memastikan tidak ada.

Ia mengatakan pembangunan tol bisa bergeser jika mengenai situs bersejarah ataupun makam keramat. "Kemarin sudah didata ulang dan bisa dibelokkan. Sehingga Situs Mangiran di Saradan tidak akan terkena," kata dia.

Pembangunan jalan tol Solo-Kertosono ruas Mantingan-Kertosono di Kabupaten Madiun direncanakan sepanjang 36,925 kilometer dengan luas tanah yang terdampak mencapai 2.561.354 meter persegi. Jumlah desa yang terdampak mencapai 26 desa yang terdapat di enam kecamatan dengan jumlah bidang tanah sebanyak 1.786 bidang. (*)