Pasuruan - Pemandian alam Banyubiru di Winongan, Pasuruan, Jawa Timur, pada Lebaran Ketupat (sepekan setelah Idul Fitri) dipadati pengunjung yang diperkirakan mencapai lima ribu orang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Eko Priyo Wusono yang ditemui Minggu menyebutkan, pengunjung pemandian alam Banyubiru khusus pada Lebaran Ketupat sebanyak lima ribu pengunjung.

Jumlah tersebut berdasar karcis masuk yang laku terjual hingga pukul 12.00 WIB, sementara pengunjung masih terus berdatangan, sedangkan loket baru akan ditutup sekitar pukul 15.30.

Banyaknya pengunjung ke pemandian alam Banyubiru merupakan peristiwa tradisi yang telah terjadi setiap tahun. Setiap Lebaran Ketupat warga di sekitar Pasuruan berdatangan ke Banyubiru untuk sekadar mandi di sumber yang airnya sangat jernih tersebut.

Selain itu, sebagian warga juga masih mempercayai jika mandi di pemandian alam Banyubiru yang merupakan petilasan patirtan Airlangga yang bernama aslinya Sendang Wilis tersebut akan awet muda.

Secara berkala umat Hindu Bali juga masih sering datang untuk melakukan ritual melukat, atau menyucikan diri di pemandian alam tersebut.

Namun banyaknya pengunjung Banyubiru pada Lebaran Ketupat tahun ini menurun jika dibandingkan tahun sebelmunya. Lebaran Ketupat tahun lalu Banyubiru dikunjungi sekitar 6.500 orang. Bahkan tahun-tahun sebelumnya pernah mencapai 10 ribu pengunjung.

Tingginya pengunjung Banyubiru diprediksi hanya karena keterikatan tradisi. Sedangkan kecenderungan penurunan pengunjung Banyubiru setiap tahun diperkirakan karena temoat wisata tersebut terkesan tidak terawat.

Banyubiru yang dikelola Dinas Pariwisata Kabuoaten Pasuruan nyarus tidak pernah direhabilitasi. fasilitas wisatanya banyak yang dibiarkan rusak, sehingga pengunjung yang ke Banyubiru hanya sekadar mandi dan kemudian kembali. (*)