Perebutan "kursi" Jatim I alias jabatan Gubernur periode 2014-2019, pascalebaran Idul Fitri 1433 Hijriah, mulai memanas. KPU Jatim telah menyetujui Pilkada Jatim pada 23 Agustus 2013. Persetujuan itu terkait Pilpres 2014, di mana pilkada tahun itu dapat diundur, diajukan dan bahkan dilakukan serentak.

Setelah pejabat "incumbent" Soekarwo menyatakan kesiapannya untuk kembali "running", Khofifah Indar Parawansa juga menyatakan hal serupa. Selain itu, kini Kapolda DKI Jakarta Irjen Pol Untung S. Rajab menyatakan minat yang sama.

Pilgub Jatim Tahun 2008 konon adalah Pilgub terbesar se-Indonesia. Berdasarkan data KPU Jawa Timur, suara yang diperebutkan dalam Pilgub Jatim ini adalah 29.061.718 suara pemilih, terdiri atas 14.270.392 pemilih laki-laki, sedangkan pemilih perempuan berjumlah 14.791.326 jiwa. Warga di Jatim sekitar 37 juta jiwa lebih.

Untung S Radjab, mantan Kapolda Jatim kelahiran Surabaya yang akan purnatugas sebagai polisi bintang dua Oktober 2012 ini, menyatakan kesiapannya saat halalbihalal di Kota Pahlawan Kamis (23/8) lalu."Prinsipnya, saya siap kalau memang masyarakat Jatim menginginkannya. Tapi agenda Pilgub masih setahun lagi dan saya sampai sekarang masih polisi aktif," ujarnya.

Polisi dengan pangkat dua bintang tersebut mengaku ilmu yang didapat selama menjalani pendidikan di tubuh Polri menjadi bekalnya selama memimpin. Apalagi dalam perjalanan karirnya telah diciptakan bagaimana mengabdi kepada negara."Perwira polisi itu sejak lulus sudah berada di tengah-tengah masyarakat, mulai dari menjabat kapolsek hingga seterusnya. Artinya memang dicetak untuk siap dengan semua tugas diemban," kata dia.

Disinggung tentang partai politik mana yang sudah menyatakan diri ketertarikan mengusungnya, perwira tinggi berkumis tersebut belum mau mengungkapkannya. "Masih terlalu dini kalau membicarakan hal itu sekarang. Apalagi saya masih menjabat di Polri dan masih dua bulan lagi pensiun," tuturnya.

Bila Soekarwo alias Pakde Karwo yang juga bos Partai Demokrat Jatim, tentunya bakal diusung oleh PD dan kabarnya juga bakal mendapat rekomedasi dari PDIP yang tentunya berharap Jatim II alias Wagub menjadi jatah partai Banteng gemuk moncong putih, sementara Untung S. Rajab digadang-gadang Golkar yang tentunya juga berkolisi dengan parpol lain yang minta jatah Wagub.

Di mana Khofifah Indar Parawansa yang penasaran karena saat Pilkada lalu merasa "dikerjai", tentunya bersama parpol pengusungnya sudah menyiapkan strategi agar tidak lagi "dibulusi". Tapi patut juga dicermati calon lain di luar tiga nama yang sudah mengemuka. "Kuda hitam" ini bisa diusung parpol yang ada atau dari jalur perseorangan (independen).

Yang penting, masyarakat Jatim yang mempunyai hak pilih menentukan siapa sang juara pada pilkada nanti. Jangan salah pilih, kalau salah tentunya masyarakat Jatim akan menderita lima tahun kedepan. Begitu juga para calon dan parpol pengusung maupun tim suksesnya, tidak menghalalkan segala cara, apalagi menyerempet SARA seperti terjadi di DKI Jakarta.

Berlangsunglah dengan cerdas dan beradab, siap kalah dan siap menang dengan jantan. Jabatan itu amanah bukan hadiah atau pemberian yang tanpa konsekuensi. Masyarakat tentunya memantau sepak terjang pimpinan provinsi yang mempunyai APBD (2012) sebesar Rp12,214 triliun, dan sang Jatim I kelak harus mempertanggungjawabkan dunia maupun akherat. (*)