Surabaya - Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur menggelar Rukyatul Hilal pada Sabtu (18/8) untuk menentukan dan menetapkan tanggal 1 Syawal 1433 Hijriah.

"Kami sepakat melakukan Rukyatul Hilal pada Sabtu petang. Setelah itu akan diketahui pasti pelaksanaan Idul Fitri 1433 Hijriah," ujar Kepala Kanwil Kemenag Jatim Drs. H Sudjak, M. Ag kepada wartawan di Surabaya, Jumat.

Ia mengatakan, rukyat dilaksanakan pada Sabtu berdasarkan berdasarkan perhitungan ahli hisab.

"Sebab jika saat ini kita Rukyah maka berdasarkan perhitungan ahli hisab, hilal masih berada minus dua derajat di bawah ufuk sehingga tidak bisa," kata dia.

Dengan kondisi ini hilal berada di bawah ufuk maka otomatis tidak bisa dilakukan rukyah. Hal itu, lanjut Sudjak, berbeda ketika penentuan awal Ramadan, yang mana posisi hilal sudah berada di atas ufuk, namun tidak memenuhi ketentuan untuk Imkanul Rukyah atau kemungkinan dilakukannya rukyah.

Nantinya, tim dari Kanwil Kemenag Jatim akan memantau di lima titik. Masing-masing Masjid Al-Akbar di Surabaya, Bukti Condro di Gresik, Tanjung Kodok di Lamongan, di Bangkalan, Madura, serta Pantai Ngliyep di Malang.

"Akan ada alat khusus semacam teropong untuk melihat hilal. Setelah itu mereka akan melaporkan tentang apa yang dihasilkannya," tukas dia.

Sementara itu, untuk penentuan awal Ramadan dan Syawal sering kali terjadi perbedaan antara Muhammadiyah dengan Nahdlatul Ulama dan Pemerintah. Tahun ini, awal Ramadhan yang berbeda. Sedangkan untuk Idul Fitri diprediksi tidak ada perbedaan.

Pada 1 Syawal 1433 Hijriah, Muhammadiyah menentukannya berdasarkan ijtimak akhir bulan Ramadan terjadi pada Hari Jumat, 17 Agustus dengan tanggal 29 Ramadhan, pukul 22.55 WIB.

Saat matahari terbenam hari itu jam 17.32 WIB, posisi hilal minus 4 derajat 44 menit atau belum wujudul hilal. Sehingga malam itu digenapkan sebagai tanggal 30 Ramadhan.(*)