Madiun - Jumlah kendaraan yang melakukan perjalanan mudik Lebaran tahun 2012 di jalur Surabaya-Madiun ruas Saradan-Caruban, Kabupaten Madiun, Jumat, terpantau mulai meningkat dibandingkan hari sebelumnya.

Arus lalu lintas lebih didominasi kendaraan pribadi dari arah Surabaya menuju Madiun. Kepadatan arus lalu lintas terjadi di sejumlah titik khususnya di sejumlah tikungan, perlintasan kereta api, dan tanjakan di kawasan hutan Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

"Puncak arus mudik kami perkirakan akan berlangsung pada Jumat sore ini hingga Sabtu (18/8) malam. Hal ini karena sebagian besar pegawai pagi tadi masih mengikuti upacara bendera dan setelah itu melakukan perjalanan mudik. Lagi pula juga sudah libur," ujar Kepala Polres Madiun AKBP Yusuf, kepada wartawan.

Menurut dia, intensitas kendaraan meningkat tajam dari biasanya. Dimana saat ini, intensitas kendaraan telah mencapai 300 hingga 400 kendaraan setiap menitnya. Meningkat dari biasanya yang rata-rata hanya 100 kendaraan per jam.

Hal ini sudah mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dua hari lalu yang hanya mencapai sekitar 40 kendaraan per menitnya.

"Pada kondisi puncak besok, diperkirakan jumlah kendaraan yang lewat mencapai 3.000 lebih tiap menitnya. Meski padat, kami prediksi masih bisa berjalan dengan kecepatan rendah dan tidak sampai berhenti total," tutur Kapolres.

Itu karena truk pengangkut non-sembako dan non-BBM sudah dilarang untuk lewat di jalur mudik hingga arus balik mendatang. Selain itu, petugas setempat juga telah menyediakan sejumlah jalur alternatif untuk mengurai kemacetan.

Karena padatnya lalu lintas, ia mengimbau kepada para pengguna jalan untuk berhati-hati dan memperhatikan rambu-rambu lalu lintas yang ada.

Para pemudik diminta untuk mewaspadai "black spot" atau titik rawan kecelakaan yang ada di sepanjang jalur mudik Surabaya-Madiun dan jalur Madiun lainnya. Di antaranya, jalur perbatasan Kabupaten Madiun dengan Wilangan Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Madiun dengan Kabupaten Ngawi, Kabupaten Madiun dengan Kabupaten Magetan, dan Kabupaten Madiun dengan Kabupaten Ponorogo.

"Perhatian akan difokuskan pada jalur rawan kecelakaan, misalnya, di ruas Madiun-Surabaya KM 153-155, tepatnya di Kecamatan Balerejo," tambah Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Madiun AKP Ganang Nugroho.

Titik rawan kecelakaan selain di Balerejo, adalah tanjakan sekitar pintu masuk objek wisata Bendungan Widas dan wilayah Kecamatan Saradan pada umumnya. Para pengendara diminta mewaspadai daerah-daerah rawan tersebut.

Polisi juga mengimbau kepada para pemudik dengan kendaraan pribadi untuk mengecek kelaikan kendaraannya sebelum digunakan. Sebab, kondisi fisik kendaraan juga dapat menjadi penyebab terjadinya suatu kecelakaan lalu lintas.(*)