Bojonegoro - Arus mudik di Stasiun Besar kereta api (KA) Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), awal pekan ini masih normal, belum terjadi peningkatan, baik penumpang dari Jakarta, Semarang maupun dari Surabaya.

Kepala Stasiun Besar KA Bojonegoro Murman, Selasa, mengatakan, menjelang Hari Raya Idul Fitri arus mudik penumpang yang turun di stasiun setempat, masih normal, tetap belum ada perubahan dibandingkan dengan hari-hari biasanya.

Alasannya, kata dia, dengan pemesanan tiket KA secara online yang bisa diakses dimana saja, fluktuasi jumlah penumpang KA yang turun di stasiun setempat tidak akan terlalu tajam.

"Hanya kemungkinan peningkatan arus mudik penumpang KA yang turun di Stasiun Bojonegoro akan meningkat tajam H-2," katanya menambahkan.

Ia menyebutkan, penumpang KA Kertajaya dari Jakarta yang turun di stasiun setempat sehari yang lalu sebanyak 109 penumpang, namun penumpang KA Kertajaya hari ini turun menjadi 81 penumpang.

Penumpang KA Gumarang dari arah Jakarta, sehari lalu 28 penumpang, namun hari ini naik menjadi 47 penumpang dan KA Sembrani, sehari lalu 25 penumpang, hari ini sebanyak 44 penumpang.

Mengenai kereta api riel disel (KRD) lokal dari arah Surabaya berhenti di Bojonegoro, menurut dia, jumlah penumpang yang turun dalam tiga hari terakhir, juga tidak ada perbedaan tetap berkisar 305 - 307 penumpang/hari.

Begitu pula, lanjutnya, jumlah penumpang KA Cepu Ekspres dari Surabaya-Semarang, untuk penumpang yang turun di Bojonegoro, juga tidak ada peningkatan yang berarti, berkisar 33-83 penumpang.

Sedangkan KA Rajawali Semarang-Surabaya, lanjutnya, untuk penumpang yang turun di stasiun setempat berkisar delapan hingga belasan penumpang.

Ia menjelaskan, pelayanan penumpang KA, sekarang ini semakin ditingkatkan, tidak langsung membawa semua penumpang yang ada, sehingga penumpang KA baik kelas ekonomi maupun bisnis tetap mendapatkan tempat duduk.

"Pelayanan kepada penumpang juga kita tingkatkan, di antaranya, di stasiun ada lokasi untuk melayani pengisian batu telepon selular," ucapnya.

Sementara itu, sebanyak 10 petugas Brimob Polda Jatim, bersiaga di stasiun setempat, sejak 12 Agustus lalu, untuk mengamankan arus mudik.

"Sejauh ini aman, belum ada gejolak peningkatan penumpang KA," kata Komandan Regu Brimob Polda Jatim di Bojonegoro Iptu Edy Suyono. (*)