Madiun - Kepolisian Daerah Jawa Timur mengerahkan seluruh personelnya dan mewaspadai jalur rawan kecelakaan, kemacetan, dan kriminalitas di wilayahnya selama arus mudik Lebaran 2012 berlagsung.

"Ada banyak titik yang menjadi perhatian. Karena itu, kami akan libatkan seluruh personel Polri yang ada dengan dilarang cuti untuk melayani masyarakat selama arus mudik lebaran berlangsung. Target kami adalah semaksimal mungkin menekan kecelakaan, kemacetan, dan kriminalitas," ujar Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Komarul Zaman saat sidak kesiapan pengamanan mudik di Madiun, Sabtu.

Komarul Zaman mengatakan, jalur mudik di wilayahnya yang rawan kecelakaan, kemacetan, dan kriminalitas antara lain jalur pantai utara dan jalur tengah.

Menurut dia, jalur pantura yang dimaksud rawan tersebut meliputi Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, hingga Banyuwangi.

Sedangkan jalur tengah adalah Madiun pada titik Wilangan-Caruban, Ngawi pada titik Mantingan, dan Nganjuk pada titik Nganjuk-Madiun dan Kertosono.

Selain itu, di Kediri pada titik Mengkreng, Jombang pada titik Mojoagung dan Peterongan, By Pass Mojokerto, hingga Surabaya juga dinilai rawan macet.

"Hasil sidak selama dua hari terakhir ini, masih ada beberapa titik yang perlu perhatian. Di antaranya adalah titik pembangunan "fly over" di Jombang yang belum selesai dan juga perlintasan kereta api di jalur Saradan-Madiun. Pada lokasi tersebut bisa terjadi kemacetan saat arus mudik," kata dia.

Meski terdapat jalur rawan, pihaknya tetap berupaya untuk memberikan pelayanan maksimal. Untuk melayani pemudik dalam membantu kelancaran arus mudik sejak H-9 hingga H+6 Lebaran 2012, Polda Jatim mengerahkan 13.982 personel polisi se-Jawa Timur.

Selain 13.982 personel pengamanan Mudik Lebaran 2012, pihaknya juga menyiapkan 320 pos pengamanan (pospam), 39 masjid bintang, dan 46 pos pelayanan.

Sementara, Kepolisian Resor (Polres) Madiun menyiapkan delapan pos pengamanan dalam rangka pelaksanaan pengamanan Lebaran pada tahun ini.

"Delapan pos pengamanan (pospam) yang tersebar di sepanjang jalur mudik. Baik jalur mudik yang merupakan jalan nasional mulai dari Saradan-Caruban hingga Ngawi, lalu Caruban-Madiun hingga Magetan, maupun jalan provinsi Madiun-Ponorogo," ujar Kepala Polres Madiun AKBP Yusuf.

Yusuf menambahkan, titik rawan jalur mudik di wilayahnya terdapat di Saradan dan titik Batil Dolopo. Di mana di daerah Saradan merupakan daerah rawan kecelakaan, kemacetan, dan "banjing loncat". Sedangkan di daerah Batil Dolopo merupakan jalur provinsi yang rawan kecelakaan. Guna mengatasi kemacetan, Polres Madiun juga telah menyediakan jalur alternatif sejak mulai dari daerah Saradan. (*)