Malang - Penukar uang kartal baru untuk kebutuhan Lebaran di Kantor Bank Indonesia Malang, Jawa Timur, dibatasi hanya 300 orang per hari guna menghindari penumpukan masa.

Pimpinan Bank Indonesia (BI) Malang Totol Hermiyanto, Jumat, mengatakan, pembatasan jumlah antrean hanya 300 orang per hari ini demi menjaga ketertiban pelayanan agar tidak sampai meluber ke jalan raya.

"Selain membatasi jumlah penukar (antrean), kami sebenarnya juga membuka layanan penukaran uang kartal baru di sejumlah perbankan termasuk di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum (bukan nasabah)," katanya.

Untuk tahun ini, lanjutnya, BI Malang menyediakan uang baru untuk memenuhi kebutuhan Lebaran 2012 sebanyak Rp1,4 triliun, baik untuk penukaran maupun pengisian mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

Ia mengemukakan, awalnya BI hanya akan menyediakan uang baru untuk kebutuhan Lebaran sekitar Rp900 miliar, namun setelah direkap lebih rinci akhirnya bertambah menjadi Rp1,4 triliun.

Tahun lalu, ada 21 bank umum dan 11 BPR yang bisa melayani penukaran uang baru. Dan, tahun ini ditambah enam bank lagi, sehingga masyarakat lebih leluasa dan mudah dalam menukarkan uang kartal baru. Selain itu, juga untuk menghindari penumpukan masa di satu titik lokasi.

"Kami berharap dengan adanya tambahan bank yang melayani penukaran uang baru ini, masyarakat bisa terlayani semua, termasuk yang berdomisili di pinggiran kota/kabupaten, seperti di wilayah Malang barat bisa menukar uangnya di Pujon," tandasnya.

Tradisi penukaran uang baru menjelang Lebaran terjadi setiap tahun, sehingga kantor BI selalu dipadati penukar uang baru, bahkan mulai subuh sudah banyak yang antre agar mendapatkan kupon antrean.
Pada saat ramai-ramainya warga menukarkan uang kartal baru, biasanya dibarengi dengan maraknya calo-calo penukaran uang di kawasan BI dan sejumlah kawasan yang strategis. (*)