Malang - Penerimaan mahasiswa baru dari jalur mandiri di Universitas Brawijaya (UB) didominasi pendaftar di fakultas kedokteran (FK), yakni mencapai 3.493 orang dari jumlah seluruh pendaftar sebanyak 11.361 orang.

Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kerja Sama UB, Ristika, Jumat mengemukakan, dari tahun ke tahun fakultas kedokteran tetap menjadi favorit dan peminatnya pun semakin banyak. Sementara yang peminatnya paling sedikit adalah fakultas peternakan yang hanya 78 orang.

"Dari 11.361 orang yang mengikuti tes jalur mandiri ini yang diterima hanya sebanyak 3.201 orang. Sehingga, persaingannya memang sangat ketat, bahkan hampir sama dengan seleksi nasional mahasiswa perguruan tinggi (SNMPTN) tulis," tegasnya.

Pelaksanaan tes jalur mandiri UB tahun ini tidak hanya dilaksanakan di Malang (kampus UB), tapi juga di beberapa daerah, yakni Bekasi, Tangerang, Mataram, Banyuwangi, dan Balikpapan. Tujuannya, untuk mempermudah peserta dalam mengikuti tes.

Dalam penerimaan mahasiswa baru dari jalur mandiri tersebut, katanya, peraturannya juga sama dengan SNMPTN, termasuk dalam hal berbusana, peserta harus mengenakan baju yang berkerah.

Sementara pendaftar jalur mandiri di Universitas Negeri Malang (UM) mencapai lebih dari 6.300 peserta. "Sebenarnya target kita hanya 6.000 saja dan sekarang sudah lebih dari 6.000," kata Kepala Bagian Informasi Akademik UM Aminarti Siti Wahyuni.

Menyinggung tes jalur mandiri UM, Aminarti mengatakan, digelar, Senin (23/7) dan hasil tes diumumkan 30 Juli. "Tesnya hanya satu hari saja, sehingga hasilnya juga cepat dikoreksi dan diumumkan," ujarnya.

Tes jalur mandiri di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim diikuti oleh 1.642 peserta dan yang diterima hanya 640 peserta. "Jumlah yang kami terima memang tidak banyak karena menyesuaikan dengan kapasitas asrama, sebab seluruh mahasiswa baru wajib tinggal di asrama selama satu tahun," kata Kahuma UIN Maulana Malik Ibrahim Yahya.(*)