Pacitan - Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Pacitan, Jawa Timur mulai menginventarisir jumlah pendonor darah aktif di daerahnya untuk mengantisipasi ketidakseimbangan antara stok darah merah dengan tingginya permintaan selama bulan puasa, Juli-Agustus.

"Istilahnya, kami ingin mempersiapkan 'bank-bank darah hidup' yang siap mendonorkan darahnya selama bulan puasa," ujar Ketua UTD PMI Pacitan, Hendra Purwaka, Sabtu.

Istilah bank darah hidup yang disebut Hendra merujuk pada para pendonor yang siap mendonorkan darahnya sewaktu-waktu apabila dibutuhkan, terutama selama bulan Ramadhan.

Sebagaimana pengalaman tahun-tahun sebelumnya, tingkat ketersediaan darah merah selama bulan puasa biasanya selalu menjadi masalah klasik bagi PMI.

Hal itu disebabkan persediaan darah merah cenderung menurun drastis seiring penurunan motivasi masyarakat dalam menyumbangkan darah mereka ke PMI.

Hendra mengatakan, tren negatif itu dipengaruhi oleh aktivitas puasa yang dilakukan masyarakat, sehingga mereka enggan mendonorkan darahnya.

"Biasanya selain alasan ketahanan tubuh, ada keyakinan di sebagian masyarakat yang tidak membenarkan dilakukannya donor darah saat puasa berlangsung," jelasnya.

Untuk mengatasi sentimen tersebut, Hendra berinisiatif mengambil kebijakan donor darah malam hari. Perubahan jadwal donor darah yang biasanya dilakukan siang hari tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan motivasi masyarakat dalam menyumbangkan darah merahnya melalui PMI. (*)