Malang - Sekolah jenjang SMP dan SMA di Kota Malang, Jawa Timur, diminta untuk menggelar tes urine guna mengantisipasi pengguna narkoba di kalangan pelajar.

Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang Bambang Anjar di Malang, Senin, mengatakan, usaha kesehatan sekolah (UKS) merupakan pilar penting dalam pencegahan narkoba di tingkat pelajar.

Oleh karena itu, pihaknya meminta tiap sekolah untuk melakukan tes urine bagi siswa-siswinya.

"Pengawasan narkoba di kalangan pelajar memang harus dilakukan oleh setiap sekolah. Kami siap membantu kalau sekolah menggelar tes urine bagi siswanya," tegasnya.

Bambang mengakui, tahun lalu ditemukan ada tiga pelajar di kota itu yang terdeteksi menggunakan narkoba. Sebagai pencegahan, tahun ini juga harus dilakukan tes urine kembali, bahkan kalau bisa setiap tahun setiap sekolah melakukan tes urine bagi siswa-siswinya.

Menurut dia, pelajar merupakan sasaran empuk bagi peredaran narkoba. Jika tidak dilakukan pengawasan dan dipantau secara ketat, tidak menutup kemungkinan akan kecolongan seperti tahun lalu.

Menyinggung biaya tes, secara tegas Bambang mengatakan, tidak dipungut biaya sama sekali. Memang, tahun lalu ada laporan dari wali murid yang dipungut biaya untuk pelaksanaan tes urine di sekolah anaknya.

"Sekarang kami jamin tidak akan ada pungutan (biaya) apapun untuk pelaksanaan tes urine di sekolah. Kami siap memfasilitasi dan membantu sekolah yang akan menggelar tes urine," tegasnya.

Jika sekolah memungut biaya, lanjutnya, kemungkinan sekolah bersangkutan ingin melengkapi peralatan tes urinenya. Namun, itu di luar tanggung jawab BNN, sebab BNN akan memfasilitasi dan membantu pelaksanaannya.

Ia mengemukakan, untuk meminimalkan korban narkoba, baik di lingkungan pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum, selain menggelar sosialisasi secara berkala di sekolah-sekolah, BNN Kota Malang juga membentuk posko gerakan sadar anti narkoba (gesank) di setiap Rukun Warga (RW). (*)