RS Husada Utama Tambah Ruang Perawatan Jantung

id RS Husada Utama, Tambah Ruang, Perawatan Jantung

Surabaya - Rumah Sakit (RS) Husada Utama Kota Surabaya menambah ruang perawatan jantung (Intermediate Cardiac Care Unit) sebagai upaya pelayanan optimal bagi pasien yang mengidap penyakit jantung.

"Pada kondisi perawatan akut, terdapat sebagian kondisi pasien yang membutuhkan perawatan lebih optimal dibandingkan perawatan di ruang biasa. Sehingga keberadaan ruang perawatan jantung sangat dibutuhkan," kata Konsultan Pelayanan Prevensi dan Rehabilitasi Kordlovaskur RS Husada Utama dr. Anggraini Dwi Sensusiati, SpRad (K), saat peresmian ruang perawatan jantung di RS Husada Utama, Kamis.

Menurut dia, penyakit jantung banyak ditakuti hampir semua manusia di seluruh dunia. Penyakit ini umumnya ditemukan pada orang berusia produktif dan biasanya menyerang dengan tiba-tiba.

Akibatnya, lanjut dia, akan terjadi kematian mendadak tanpa sakit sebelumnya. Bagi mereka yang selamat kemudian dilakukan operasi.

"Tapi banyak yang bingung apa yang dilakukan setelah operasi atau setelah diketahui mengidap penyakit ini," katanya.

Kebanyakan penderita menanyakan mengenai latihan fisik apa saja yang boleh mereka mereka laksanakan di rumah setelah dipulangkan dari perawatan di rumah sakit.

Kebingungan tersebut menunjukkan pentingnya proses prevensi dan rehabilitasi jantung bagi pasien jantung. "Di rumah sakit ini memberikan solusi terdepan dalam memenuhi pelayanan yang paripurna khususnya seputar penyakit jantung," ujarnya.

Prevensi dan rehabilitasi adalah program pencegahan penyakit jantung dan pemulihan setelah pasien mengalami masalah dengan jantungnya, atau setelah mengalami operasi jantung.

"Tujuannya adalah untuk membantu penderita jantung dan pembuluh darah untuk mengembalikan status kesehatan fisik, medis, psikologis, sosial, emosional, seksual dan vakasional (pekerjaan) ke kondisi yang optimal," katanya.

Dengan demikian, lanjut dia, perlu adanya ruang perawatan jantung yang menyediakan program prevensi dan rehabilitasi agar pasien bisa meningkatkan kebugaran fisik, mencegah serangan ulang dan menghambat progresivitas penyakit.

"Selain itu, belajar mengendalikan rasa cemas dan mengurangi stres," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar