Bangkalan - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jatim menggelar uji emisi kendaran roda empat di akses tol jembatan Suramadu, sisi Madura, Selasa.

Uji emisi kendaan bermotor ini digelar bekerja sama dengan BLH Bangkalan, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan TNI, sebagai rangkaian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia.

"Uji emisi untuk mengetahui emisi gas buang yang melebihi batas ambang, sekaligus untuk memberikan pembinaan kepada para pengendara kendaraan bermotor agar mereka sadar akan kebersihan lingkungan hidup," kata Kepala BLH Bangkalan, Hasanuddin Buchori.

Satu persatu kendaraan bermotor roda empat yang melintas di jembata Suramadu dicegat untuk diuji emisi.

Begitu kendaraan menepi, petugas langsung mengecek dengan menggunakan alat khusus. Sebab, jika emisi gas buang melebihi batas ambang, maka polusi udara bisa meningkat, dan akan membahayakan lingkungan hidup.

Hasanuddin Buchori, dalam uji emisi ini secara garis besar ada dua hal yang diperhatikan, yakni gas buang dari knalpot kendaraan bermotor terkait kandungan karbon monoksida dan hydrocarbon.

Sesuai dengan ketentuan, bakumutu monoksida maksimal 1,5 persen dan hydrocarbon 1200 ppm.

Jika kandungan monoksida dan hydrocarbon melebihi ketentuan itu, maka kendaraan harus dilakukan service secara rutin sehingga dapat menyeimbangkan pembakaran agar sesuai bakumutu.

Berdasarkan hasil uji emisi yang dilakukan tim pada Selasa (3/7) itu, tim gabungan menemukan hanya 23 persen dari 200 kendaraan yang diuji itu yang memenuhi kelayakan, sedang sisanya tidak.

"Umumnya yang tidak layak uji emisi ini adalah kendaraan bermotor yang sudah berusia sepuluh tahun lebih. Seperti keluaran tahun 2.000-an. Tapi aja juga mobil pembuatan tahun baru, tapi karena tidak diservice," kata Hasanuddin Buchori menjelaskan. (*)