Tulungagung - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menggelar simulasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara online di SMAN 1 Kedungwaru, Sabtu.

Gladi resik pelaksanaan PPDB online yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai tersebut diikuti oleh sedikitnya 210 guru dari 48 SMP negeri, 10 SMA negeri, serta 7 SMK negeri yang ada di Tulungagung.

"Sebelumnya kami juga sudah menggelar dua kali simulasi, namun untuk lebih memantabkan lagi kemampuan tenaga pelaksanan PPDB online, maka hari ini diujicobakan lagi agar lebih maksimal," terang Kasubag Bina Program Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Syaifuddin Zuhri.

Ia menambahkan, dalam pelaksanaan simulasi tersebut pihaknya mengundang tiga orang perwakilan dari masing-masing sekolah yang ada.

Tiga orang perwakilan guru yang nantinya ditempatkan di tiga meja dalam pelaksanaan PPDB online tersebut masing-masing terdiri dari seorang guru bagian input data, seorang guru bagian bimbingan konseling (tugas mengarahkan siswa dalam memilih sekolah), serta seorang guru sebagai petugas verifikasi data siswa.

Proses simulasi itu sendiri berlangsung lancar. Syaifuddin mengaku pihaknya optimistis pelaksanaan PPDB dengan sistem online yang pertama kali dilakukan serentak di Tulungagung tersebut akan berhasil sesuai target/harapan.

"Melihat antusiasme sekolah yang mengirim lebih dari tiga guru sebagaimana undangan yang ada, kami melihat semua sekolah benar-benar ingin melaksanakan PPDB online dengan baik, jadi semoga ini akan berjalan lancar," ujarnya.

Sesuai jadwal, PPDB online resmi dibuka pada tanggal 28 Juni dan akan ditutup pada tanggal 2 Juli. Proses penerimaan siswa baru kemudian dilanjutkan dengan melakukan penyaringan data yang digelar selama dua hari, yakni mulai tanggal 3 hingga 4 Juli.

Dijelaskan Syaifuddin, PPDB online hanya akan menampung siswa baru sebanyak 70 persen dari total pagu yang telah ditetapkan. Sisanya yang 20 persen diseleksi untuk kelompok pelajar/siswa dari keluarga miskin dan 10 persen lainnya dari program dari bina lingkungan. Makanya baru tanggal 5 Juli bisa diketahui keseluruhan siswa," terang Saifuddin.

Menanggapi rencana pelaksanaan PPDB online itu, salah seorang guru dari SMAN 1 Ngunut, Fuad mengaku sudah mantab dalam sistem penjaringan siswa baru tersebut.

Menurutnya, pola pendaftaran dan penjaringan secara online memungkinkan proses penerimaan siswa baru yang lebih transparan.

Ia hanya merasa masih bingung bila pada proses PPDB ada pengalihan pendaftaran calon siswa/peserta didik dari salah satu SMA ke SMA yang lain karena nilai ujian nasional (NUN)-nya tidak sesuai standar yang ditentukan.

"Secara umum sudah tidak ada kesulitan, namun khusus untuk konselor, kemungkinan sedikit sulit karena butuh kejelian untuk mengarahkan siswa masuk ke sekolah mana," kata Fuad menyampaikan tanggapan. (*)