Sumenep - Pengadaan kapal penumpang untuk melayani jalur antarpulau hingga kepulauan jauh di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, membutuhkan biaya pada kisaran Rp30 miliar hingga Rp33 miliar.

Wakil Bupati Sumenep, Sungkono Sidik, Rabu, menjelaskan pada tahun ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan dana Rp11 miliar untuk membuat kapal penumpang guna melayani jalur antarpulau di wilayah setempat.

"Namun, sesuai hasil koordinasi kami dengan tim dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, pembuatan kapal dengan spesifikasi yang kami inginkan itu diperkirakan membutuhkan biaya pada kisaran Rp30 miliar hingga Rp33 miliar," katanya di Sumenep.

Sejak beberapa tahun lalu, Pemkab Sumenep mengajukan permohonan kepada Pemprov Jatim supaya membuat kapal dengan spesifikasi tertentu, di antaranya bisa mengangkut penumpang hingga 300 orang dan menembus ombak dengan ketinggian tiga meter, supaya bisa melayani hingga kepulauan terjauh, seperti Masalembu dan Sapeken.

Pada tahun ini, Pemprov Jatim merespons permohonan Pemkab Sumenep dengan mengalokasikan dana Rp11 miliar.

"Saat ini, pemerintah daerah melalui dinas perhubungan telah meminta tim dari ITS untuk membuat gambar atau desain kapal tersebut. Nantinya, desain kapal itu akan dikonsultasikan kepada pihak terkait di Pemprov Jawa Timur," ujarnya.

Sungkono juga mengemukakan, pengadaan atau pembuatan kapal tersebut akan diformat sebagai kegiatan tahun jamak atau tidak selesai pada masa satu tahun anggaran.

"Ada kekurangan dana yang cukup besar untuk merealisasikan pembuatan kapal itu. Kami berusaha supaya Pemprov Jatim menambah alokasi dana pengadaan kapal tersebut. Selain itu, kami juga akan meminta dukungan dana dari pemerintah pusat," ucapnya.

Sumenep memiliki 27 kecamatan, dan sembilan di antaranya berada di wilayah kepulauan.(*)