Blitar - Puluhan warga Desa Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Rabu melakukan unjuk rasa menolak rencana pendirian pabrik gula di tempat tersebut.

Koordinator aksi, Joko Prasetyo, ditemui di sela-sela aksi mengatakan warga memang menolak rencana pendirian pabrik tersebut. Lokasi yang akan dijadikan sebagai pabrik termasuk lahan yang cukup produktif, masuk areal persawahan, hingga warga menolaknya.

"Lahan itu masuk areal persawahan. Jika didirikan pabrik gula, bagaimana warga mengerjakan lahannya," ucapnya.

Warga unjuk rasa di kantor desa setempat. Selain menolak pendirian pabrik gula yang didirikan oleh PT Kencana Gula Manis asal Jakarta, warga juga meminta agar kepala desa bertanggung jawab tentang proses penjualan tanah yang digunakan untuk pendirian pabrik tersebut.

Warga menuding telah terjadi "permainan" di antara kepala desa dengan oknum tertentu untuk pembebasan lahan warga tersebut. Warga lebih memilih mengerjakan lahan persawahan daripada didirikan pabrik gula.

Di kantor tersebut, warga tidak bertemu dengan kepala desa. Mereka sempat emosi, karena kepala desa tidak ada di tempat, membuat warga langsung menyegel ruang kepala desa. Mereka menulis tulisan tentang segel di pintu ruangan di kantor tersebut.

Warga sempat orasi di kantor kepala desa tersebut. Mereka bahkan melanjutkan aksinya ke kantor Pemerintah Kabupaten Blitar menuntut agar Bupati memecat kepala desa yang bernama Tunggul tersebut.

Mereka sempat kecewa karena tidak ada satu pun pejabat yang mau menemui mereka. Warga lantas menghancurkan kursi kepala desa yang dibawa dari kantor desa dan melemparkannya di halaman kantor pemkab.

Polisi yang ada di lokasi melakukan pengamanan aksi warga ini. Sempat terjadi kemacetan akibat aksi ini, namun setelah petugas turun, arus lalu lintas kembali lancar.

Warga sempat kecewa karena tidak satu pun pejabat yang mau menemui. Mereka akhirnya meninggalkan kantor pemkab, tapi berjanji akan kembali dengan jumlah massa yang lebih besar. Wartawan juga belum dapat melakukan konfirmasi pimpinan perusahaan. (*)