Pasuruan - Ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dari kawasan industri Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) memperingati Mayday dengan memblokade jalan pantai utara (pantura) di daerah Raci, Bangil, Pasuruan,Jawa Timur, Selasa.

Para buruh yang akan berangkat ke Surabaya melakukan orasi di badan jalan di daerah pantura sehingga menggangu arus lalu lintas Bangil - Pasuruan beberapa jam.

Selain orasi, para buruh juga melakukan jalan kaki dari kawasan industri PIER menuju Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan yang berjarak sekitar 500 meter. Di gedung DPRD para buruh dari kawasan PIER juga bergabung dengan para buruh dari kawasan industri Gempol, Beji dan Pandaan.

Di jalan di depan gedung DPRD ribuan buruh kembali berorasi, sehingga arus lalu lintas kembali terhambat. Jalan di daerah Raci kembali normal setelah mereka berangkat ke Surabaya untuk bergabung dengan para buruh dari berbagai kota di Jawa timur.

Koordinator lapangan FSPMI dari kawasan industri PIER, Nur Kholis mengatakan,momentum peringatan hari buruah tahun ini untuk menyampaikan aspirasi para buruh agar "outsourching" dihapus, dan segera memperlakukan upah buruh sektoral.

Hal senada juga diungkapkan Ketua FSPMI Kabupaten Pasuruan, Jazuli. Ia mendesak agar DPRD dan Bupati Pasuruan segara mengesahkan raperda tentang sistem ketenagakerjaan di Kabupaten Pasuruan dan tidak mengurangi isi draft yang telah ada.

Jazuli juga mendesak bupati agar segera menerapkan upah minimum sekioral (UMSK) tahun 2013 sebagaimama Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor : 560/5914/013/2012.

Baik Bupati Pasuruan, Dade Angga maupun Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Irsyad Yusuf yang menemui para buruh berjanji mendukung aspirasi para buruh. (*)