Surabaya - Singapura menjadi tujuan utama ekspor ikan hias Jawa Timur (Jatim) karena daya tarik komoditas tersebut sangat besar bagi masyarakat perikanan di negara tersebut.

"Tujuan utama ekspor ikan hias Indonesia adalah Singapura dengan nilai 2.935.503 dolar Amerika Serikat (AS)," kata Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Saut Hutagalung di Surabaya, Minggu.

Posisi selanjutnya, ekspor ikan hias Jatim ke Jepang senilai 1.608.213 dolar AS, Amerika 1.605.028 dolar AS, Malaysia 1.273.255 dolar AS, dan China 1.238.254 dolar AS.

"Sampai sekarang, produk perikanan nonkonsumsi merupakan salah satu komoditas andalan baru di sektor kelautan dan perikanan," ujarnya.

Beragam komoditas tersebut, kata dia, di antaranya ikan hias, mutiara, tanaman hias air, kerajinan kerang, kulit dan sisik ikan, tulang ikan, rumput laut untuk keperluan medis, farmasi, serta kosmetik.

"Bahkan, ada pula tepung ikan, garam untuk farmasi, chitin, chitosan (berbahan dasar kulit udang), silase, dan artemia. Kami yakin dengan meningkatkan frekuensi mengikuti pameran bisa membangun kesadaran masyarakat dan merek nasional terhadap produk perikanan nonkonsumsi." katanya.

Kalau secara keseluruhan, menurut dia, volume ekspor ikan hias di Indonesia antara tahun 2007 hingga 2011 terjadi peningkatan mencapai 11,56 persen. Namun, pada periode sama nilai ekspor ikan hias Indonesia mencapai 29,36 persen.

"Khusus Jawa Timur, daerah tersebut merupakan lima provinsi terbesar penyumbang ekspor ikan hias. Pada tahun 2011, besaran nilainya mencapai 275,828 dolar AS dan pangsa pasar nasional sebesar 1,39 persen," katanya.

Pada bagian lain, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur, Kardani, mengemukakan, prestasi Jatim tersebut didukung oleh kebijakan Gubernur Jatim,Soekarwo yang menetapkan daerah segi tiga emas untuk produksi ikan hias.

"Wilayah itu meliputi Kabupaten Blitar untuk pengembangan ikan koi, Kota Kediri untuk ikan cupang, dan Kabupaten Tulungagung untuk ikan mas koki," katanya.

Sesuai data Kementerian Kelautan dan Perikanan 2011, lanjut dia, nilai perdagangan ikan koi di Kabupaten Blitar sebesar Rp140 miliar dan ikan cupang di Kediri sebesar Rp52 miliar pada tahun serupa.

"Sementara pada tahun 2012, Jatim ditargetkan mencapai nilai perdagangan produk perikanan nonkonsumsi sebesar Rp511 miliar," katanya.(*)