Surabaya - Adanya ketegangan hingga perkelahian di antara para anggota dari berbagai perguruan silat dan karate di Indonesia yang terjadi saat ini, tidak membuat Ronny Simon putus asah dalam mengembangkan Perguruan Karate Kala Hitam aliran "full contact" yang dipimpinnya selama ini.

Bahkan Ketua Umum Pengurus Bear (PB) Perguruan Karate Kala Hitam ini sangat menjunjung tinggi sportivitas, sebagaimana cabang olahraga lainnya. "Jika ada anggota yang melanggar, kami akan memberikan sanksi hingga pemecatan. Kita harus ditegas," katanya.

Untuk pengawasan bagi anggota Kala Hitam, Simon menyerahkannya kepada masing-masing pengprov Kalah Hitam di tiap-tiap daerah. "Saya tidak bisa cek langsung, melainkan diserahkan ke pengprov," katanya.

Meski demikian, Perguruan Karate Kala Hitam yang didirikan Winta Karna di Medan pada 20 Januari 1972 kini mulai banyak diminati masyarakat di sejumlah wilayah di Indonesia.

Hingga kini Kala Hitam telah memiliki 20 ribu anggota yang tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia, antara lain Sumut, Aceh, Sumbar, Riau, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur.

"Bahkan saat ini banyak mahasiswa khususnya di Yogyakarta yang menjadi anggota Kala Hitam," kata Ronny.

Menurut dia, awalnya karate ini didirikan sebagai bekal khusus bagi wartawan untuk membela diri jika terjadi kekerasan fisik akibat tugas jurnalistiknya. "Kenapa ini didirikan karena dulu terjadi ancaman terhadap wartawan, termasuk saya banyak diancam oleh oknum kepolisian. Saya diancam karena menulis oknum kepolisian berjudi," kata Simon yang juga sebagai salah satu pendiri dari karate Kala Hitam.

Untuk itu, Perguruan karate Kala Hitam akan terus berupaya meningkatkan kontribusi nyata bagi pengembangan dan prestasi atlet karate di tingkat nasional maupun internasional.

Perguruan karate Kala Hitam merupakan anggota Federasi Olah Raga Karate Indonesia (Forki) dan Internasional Karate Organization of Kyokushinkai-kan Jepang.

Diketahui guru besar Perguruan Karate Kala Hitam Kancho Winta Karna meninggal dunia pada 26 Juli 2011 di Rumah Sakit Methodis Medan akibat sakit. Almarhum meninggal di usia 67 tahun dan meninggalkan tiga orang anak dan seorang cucu.

Winta Karna semasa hidupnya telah menunjukkan pengabdian dan perhatian yang besar untuk memajukan perguruan karate Kala Hitam. Bahkan almarhum memiliki pribadi sebagai pendidik, tegas dan juga pelindung.

Berkat perjuangan beliau sampai saat ini perguruan Kala Hitam sudah berkembang pesat. Bukan hanya di Sumatera Utara, namun juga di beberapa kota di provinsi lainnya baik di Sumatera maupun di Jawa.

Sejak Kala Hitam didirikan tahun 1972, banyak murid-murid almarhum yang menjadi pejabat di berbagai instansi di negeri ini. Beliau juga merupakan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara. (*)