Bojonegoro - Pandam V Brawijaya, Mayjen Murdjito menyatakan, pembentukan batalyon di Bojonegoro, sebagai antisipasi pengamanan obyek vital migas, masih menunggu ketersediaan dana, termasuk tanah yang akan dimanfaatkan lokasi batalyon.

"Pembentukan batalyon di Bojonegoro masuk program jangka panjang, sebab membutuhkan dana cukup besar," katanya, di Bojonegoro, Selasa.

Ia belum bisa menjelaskan kapan dimulainya pembentukkan batalyon di Bojonegoro itu. Sebab, pembentukkan batalyon itu, sangat bergantung tersedianya dana, juga tanah yang dibutuhkan untuk markas batalyon dan kompi, juga kebutuhan lainnya yang luasnya sekitar 60 hektare.

"Dalam masalah tanah, sangat dibutuhkan peran pemkab, kalau memang pendirian batalyon mendesak dilakukan," katanya.

Ia menjelaskan, pembentukan batalyon di Bojonegoro itu, akan memindahkan Batalyon 507 yang menjadi andalan Kodam V Brawijaya, yang jumlahnya sekitar 500 personel.

"Tapi kalau ada kondisi mendesak, untuk mengamankan obyek vital migas, sekarang juga personelnya bisa kita turunkan ke Bojonegoro," katanya, menegaskan.

Ia menjelaskan, mengenai pengamanan kondisi politik, seperti pilkada, juga yang lainnya, sudah bukan menjadi kewenangannya, namun menjadi kewenangan kepolisian.

Meski demikian, lanjutnya, pihaknya tetap akan membantu, kalau memang ada kondisi yang bersifat darurat dan kepolisian membutuhkan.

"Kita hanya sebatas membantu," ucapnya, menambahkan.

Karena itu, ia meminta, kepada seluruh jajaran Kodim, Koramil dan Babinsa di Jatim, harus bisa memantau gejolak sosial yang terjadi di masyarakat, apalagi menjelang pilkada. Selain itu, juga bisa melakukan koordinasi dengan jajaran lainnya, sebagai langkah untuk penyelesaian masalah sosial yang terjadi di masyarakat.

"Kami minta seluruh jajaran lebih peka menangkap gejolak sosial di masyarakat," ia menegaskan.

Dalam kunjungannya ke Bojonegoro, Mayjen Murdjito, sebelum memberikan pengarahan kepada jajaran Kodim 0813 Bojonegoro, sempat melakukan pertemuan dengan jajaran Muspida yang dipimpin langsung Bupati Bojonegoro, Suyoto.