Bojonegoro - Harga berbagai macam jenis sapi di Bojonegoro, Jatim, dalam sepekan terakhir, naik berkisar Rp500 ribu/ekor, namun bukan terpengaruh rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang akan diberlakukan Pemerintah, pada April.

"Faktor utama naiknya harga sapi, karena kebijakan Pemerintah menghentikan sapi impor asal Australia tahun lalu, sehingga jumlah sapi yang beredar di pasaran berkurang," kata seorang pedagang sapi asal Pati, Jateng, Bianto (58), dibenarkan pedagang sapi asal Bojonegoro, Supomo (50), Kamis.

Ditemui di Pasar Hewan Desa Banjarjo, Kecamatan kota, Bianto menjelaskan, harga sapi di berbagai pasar hewan mulai Bojonegoro, Tuban, dan Jombang, sebenarnya, menunjukkan kecenderungan harganya terus merangkak naik, setelah Pemerintah menghentikan sapi impor asal Australia.

Sebab, lanjutnya, berbagai macam jenis sapi yang beredar di pasar hewan berbagai daerah di Jatim, semakin berkurang, sedangkan permintaan sapi di kota besar, mulai Jakarta, Bandung dan Bogor, tetap.

"Kalau BBM naik, jelas harga sapi akan semakin naik, apalagi jumlah sapi yang beredar di pasaran juga semakin berkurang, karena tidak ada sapi impor," katanya, menegaskan.

Baik Bianto maupun Supomo, memperkirakan, kenaikan harga sapi, setelah BBM naik, bisa mencapai 10 persen, dibandingkan dengan harga yang sekarang berlaku, karena menyesuaikan biaya transportasi dalam mengirim sapi ke tempat penjualan.

"Kalau kenaikan yang terjadi sekarang untuk sapi besar mencapai Rp500 ribu/ekor, sedangkan sapi sedang berkisar Rp200 ribu per ekor," kata Pelaksana Harian (PLH) Kepala Pasar Hewan Banjarjo, Memed.

Lebih lanjut Memed menjelaskan, para pedagang sapi baik lokal Bojonegoro, Tuban dan Lamongan, yang memasarkan sapinya di pasar setempat, mulai meningkat dalam pasaran pekan ini. Diperkirakan, sapi yang dipasarkan, sekarang ini, berkisar 500 ekor sapi, lebih tinggi dibandingkan, pasaran sebelumnya, yang hanya berkisar 300 ekor sapi/pasaran.

"Dalam tiga kali pasaran sebelumnya sepi, karena panen tanaman padi belum rampung," katanya, menjelaskan. (*)