Pamekasan - Sebanyak enam lembaga pendidikan di Pamekasan, Madura kekurangan guru pegawai negeri sipil (PNS).

Wakil Ketua Komisi D DPRD Pamekasan Djuhaini menjelaskan, lembaga pendidikan yang kekurangan tenaga guru PNS itu di sejumlah lembaga yang menerapkan sistem pendidikan satu atap.

"Ini berdasarkan hasil kunjungan kerja yang dilakukan komisi D," kata Djuhaini, seusai melakukan kunjungan serap informasi ke sejumlah lembaga SD Negeri di wilayah itu, Selasa siang.

Lembaga SD yang menggunakan sistem satu atap dan tidak memiliki guru PNS itu antara lain, SDN Banyupelle 2, SDN Plakpak 2, SDN Panaguan 2 SDN Blumbungan 2 dan SDN Bangkes 2.

Kebijakan penggunaan sistem pendidikan satu atap ini, menurut Djuhaini, sebenarnya merupakan tindak lanjut dari pemberlakukan wajib belajar sembilan tahun.

Secara terpisah, Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan Akhmad Nawawi, mengakui adanya sejumlah lembaga pendidikan yang kekurangan guru.

Ia menjelaskan, lembaga pendidikan tingkat SD dan SMP satu atap yang kekurangan guru PNS tidak hanya di wilayah tertentu saja, akan tetapi hampir di semua lembaga.

"Saat ini kami masih melakukan pendataan," ucap Nawawi, menjelaskan. (*)