Surabaya - Pemberhentian terakhir bus kelas ekonomi maupun patas jurusan Semarang-Surabaya PP akhirnya pindah dari Terminal Purabaya ke Terminal Tambak Osowilangun.

Keputusan tersebut dibuat setelah adanya pertemuan yang digelar di Ruang Banmus DPRD Surabaya, Kamis, antara pihak Polrestabes Surabaya, Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Dishub Jatim, Organda Surabaya, Perusahaan Outobus , Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Surabaya dan para sopir.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Tri Mariyanto mengatakan dengan adanya pertemuan ini diharapkan persoalan trayek akan ada solusinya.

"Saya sudah bilang ke wali kota bahwa semua bus jalur pantura (pantai utara) berhenti di Osowilangun. Sehingga pemberhentian bus di Surabaya ada dua yakni di jalur selatan di Terminal Purabaya dan jalur utara di Terminal Osowilangun," katanya.

Namun, lanjut dia, ada hal-hal yang perlu diperhatikan agar bus dari Jakarta-Banyuwangi, Jakarta-Malang yang melewati jalur utara agar berhenti di Terminal Osowilangun dan tidak berhenti di Terminal Purabaya.

"Dari Terminal Osowilangun langsung naik ke tol dan menuju ke tujuannya masing-masing," katanya.

Menurut dia, jika bus tersebut diberhentikan di Purabaya semua, maka dikhawatirkan terminal akan penuh sesak. "Tapi kalau jadi dua, saya kira tidak berjubel," katanya.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya meminta agar sarana dan prasarana di Terminal Osowilangun diperbaiki, termasuk angkutan kota atau bus kota dari Terminal Purabaya menuju ke Terminal Osowilangun diperbanyak.

"Jika ada angkutan kota yang rusak, ya, diperbaiki. Kami akan mendukung dari keamananya baik yang dari jalur selatan maupun utara," katanya.

Pernyataan Kapolrestabes tersebut diamini oleh semua yang hadir di ruang Banmus DPRD Surabaya yang dipimpin langsung Ketua DPRD Surabaya Wishnu Wardhana.

"Saya akan mendorong wali kota untuk merevisi perwali," kata Wishnu.

Kepala Dishub Surabaya Edi mengatakan pada prinsipnya pihaknya tidak mempermasalah jika semua bus jurusan Surabaya-Semarang baik ekonomi maupun patas mangkal di Terminal Osowilangun.

"Namun perlu diperhatikan adanya penataan jam perjalanan, karena ini rawan. Perlu proses karena menyangkut adminsitrasi," katanya.

Eddi mengatakan surat wali kota yang pertama tentang bus jurusan Surabaya-Semarang yang harus mangkal di Osowilangun adalah bus ekonomi, sementara bus patas tetap mangkal di Purabaya akan direvisi. "Surat wali kota ke dua soal itu akan diusulkan untuk jaringan trayek," katanya.

Ketua SPTI Surabaya, Iswahyudi mengatakan pihaknya sepakat dengan apa yang dikatakan Kapolrestabes. "Tapi yang perlu diperhatikan fasilitas di Osowilangun," katanya. (*)