Malang - Kuota mahasiswa yang masuk melalui program Beasiswa Pendidikan bagi Mahasiswa Berprestasi dari Keluarga Miskin (Bidik Misi) Universitas Brawijaya (UB), Malang, meningkat dari 500 mahasiswa pada tahun lalu menjadi 1.250 mahasiswa pada tahun 2012.

Pembantu Rektor I Universitas Brawijaya, Prof Dr Ir Bambang Suharto, Rabu mengatakan, meningkatnya kuota itu karena banyaknya peminat yang masuk melalui program tersebut.

Bambang mengatakan, meski kuota mahasiswa bidik misi meningkat, tidak mengurangi kuota di jalur lain, seperti jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), jalur mandiri serta jalur SMNPTN nontulis.

Dikatakan Bambang, untuk mengikuti program Bidik Misi, mahasiswa memerlukan enam kriteria yang harus dipenuhi, di antaranya data diri dan penghasilan orang tua serta jumlah keluarga yang menjadi tanggungan.

"Secara akademik, seluruh mahasiswa yang disaring untuk mendapatkan Bidik Mis masih akan diverifikasi ulang sesuai kriteria yang ditetapkan," katanya.

Namun, apabila data yang diberikan tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya, mahasiswa bersangkutan akan dikeluarkan dari UB.

"Oleh karena itu kami tetap melakukan seleksi lanjutan, serta melakukan kroscek di lapangan, sehingga mahasiswa yang menerima program ini benar sesuai dengan keadaan sebenarnya," katanya.

Bambang mengatakan, total mahasiswa yang akan direkrut di UB tahun 2012 mencapai 12 ribu mahasiswa, dan dari jumlah itu secara umum kuota terbagi menjadi dua, yakni 60 persen melalui jalur SNMPTN, dan sisanya melalui jalur mandiri, termasuk bidik misi.

Bambang mengaku, untuk mahasiswa yang diterima melalui jalur mandiri, akan mendapatkan hak SPP dari UB secara proporsional seperti mahasiswa lainnya.

"Mungkin 'sedikit' berbeda untuk biaya masuk dari mahasiswa yang diterima melalui jalur SNMPTN, namun besarannya tidak jauh berbeda dengan tahun lalu," katanya.(*)