Pamekasan - Dua organisasi ekstra kampus yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Pamekasan mengecam demonstrasi bermotif uang di wilayah itu.
"Gerakan seperti itu menodai gerakan mahasiswa sebagai agen perubahan dan agen kontrol sosial," kata Ketua HMI Cabang Pamekasan Imamul Muhaimin, Rabu.
HMI mengemukakan hal ini menyikapi adanya sekelompok mahasiswa yang yang urung berdemonstrasi ke Bulog Pamekasan karena diberi uang Rp20 juta.
Gerakan yang dilakukan oleh mahasiswa, semestinya tidak bisa ditukar dengan apapun, apalagi dengan uang.
Sebab menurut Imamul Muhaimin, jika niat membela kepentingan rakyat bisa dibeli dengan uang, maka hal itu berarti sama dengan pola gerakan yang dilakukan kelompok masyarakat yang tidak bertanggung jawab.
"Makanya kami secara pribadi maupun secara kelembagaan sangat menyayangkan pola gerakan seperti itu," tegas Imamul Muhaimin.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Zainal Abidin.
Zainal mengatakan, gerakan mahasiswa bermotif uang, yakni mahasiswa yang mau berdemo dengan harapan karena ingin mendapatkan uang dari institusi yang hendak didemo merupakan gerakan yang sangat tidak terpuji.
"Saya menilai itu bentuk pelacuran idealisme mahasiswa. Kami sangat menyangkan hal itu terjadi, seperti yang dilakukan sekelompok massa yang rencananya akan demo ke Bulog hari ini," kata Zainal Abidin.
Menurut Kapolres Pamekasan AKBP Anjar Gunadi, kelompok mahasiswa yang rencananya akan menggelar demo di Bulog Pamekasan, Rabu (25/1) ini mengatas namakan diri Aliansi Mahasiswa Pejuang Rakyat (Amper).
Kelompok ini telah menyampaikan pemberitahuan secara resmi beberapa hari sebelumnya dan mereka akan berdemo soal dugaan penyimpangan raskin yang terjadi di Bulog.
"Tapi tiba-tiba aksi ini digagalkan dan kami juga kurang mengetahui penyebabnya," kata Kapolres Anjar Gunadi menjelaskan.
Menurut sejumlah anggota DPRD Pamekasan, gerakan demonstrasi bermotif uang memang mulai terjadi di Pamekasan.
"Salah satunya seperti kelompok massa yang demo soal dana kunjungan dewan itu," kata Wakil Ketua DPRD Pamekasan Khairul Kalam.
Khairul mengatakan, sebelum aksi demo digelar ada beberapa orang yang menemui anggota dewan dan mereka melakukan negosiasi, bahwa demo akan digagalkan, jika dewan membayar sejumlah uang kepada mereka.
"Ketika kami mengetahui motifnya seperti itu, mereka tidak kami indahkan. Toh demo yang mereka lakukan ujung-ujung duit juga," terang Khairul Kalam.
HMI-GMNI Pamekasan Kecam Demo Bermotif Uang
Peristiwa
Tajuk
Kapan Kekerasan TKI akan Berakhir ?
Mengais rezeki di negeri orang dengan mendapatkan gaji yang lebih tinggi, tentu menjadi harapan semua calon tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di sejumlah negara tujuan dan mereka rela meninggalkan keluarga tercinta di kampung halaman.Foto Berita
![]() Kompetisi Modifikasi Honda Jazz |
![]() SeribU PERempuan MAKe-up berSama |
![]() Speedboat Sarangan |
![]() Kera Sarangan |



























