Gresik - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mendorong PT Semen Gresik Tbk untuk melakukan ekspansi ke pasar luar negeri atau "go internasional" dengan mendirikan pabrik di negara kawasan Asia Tenggara.

Saat menghadiri rapat kerja Semen Gresik Group 2012 di Gresik, Jawa Timur, Senin, Dahlan Iskan mengatakan bahwa kinerja Semen Gresik selama ini sudah cukup bagus dengan pencapaian omzet dan laba yang terus meningkat setiap tahun.

"Memang pasar semen di dalam negeri masih sangat besar, tetapi untuk perusahaan sebesar Semen Gresik, ekspansi ke pasar regional juga perlu dilakukan," kata mantan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) itu.

Menurut Dahlan, ekspansi ke pasar luar negeri bisa dilakukan pada negara-negara kecil yang investasinya bisa dijangkau dan realistis, seperti di Myanmar dan Kamboja.

"Kedua negara itu memiliki ikatan kuat dengan Indonesia dan ke depan masih akan berkembang. Teknologi pabrik yang dibawa ke sana skala kecil dulu dan yang lebih sederhana," ujarnya.

Pendirian pabrik skala kecil tersebut, lanjut Dahlan, untuk menancapkan kuku lebih dulu karena diyakini kedua negara itu akan terus berkembang dalam pembangunan infrastruktur dan properti, sehingga kebutuhan semen juga tinggi.

"Kami berharap dewan komisaris mendukung rencana ekspansi global tersebut," tambahnya.

PT Semen Gresik mencatat kinerja positif selama 2011 dengan membukukan pendapatan sekitar Rp15 triliun dan laba bersih yang diperkirakan mencapai Rp3,8 triliun atau naik dibanding 2010 sejumlah lebih kurang Rp3,6 triliun.

"Angka resminya masih menunggu hasil audit, tetapi kinerja perseroan selama tahun lalu memang mengalami pertumbuhan cukup signifikan," kata Direktur Utama PT Semen Gresik, Dwi Soetjipto.

Terkait pernyataan Menteri BUMN, ia mengungkapkan bahwa rencana ekspansi perseroan ke pasar luar negeri sebenarnya sudah ada, tetapi masih memerlukan proses yang panjang.

"Kami sudah melakukan kajian dan penjajakan, tapi prosesnya memang tidak mudah. Harapan kami sebelum tahun 2015, SG sudah bisa masuk ke pasar luar negeri. Apakah mendirikan pabrik baru atau membeli pabrik yang sudah ada," paparnya.

Saat ini, Semen Gresik sedang menyelesaikan pembangunan dua pabrik baru di Tuban (Jatim) dan Pangkep (Sulawesi Selatan) yang masing-masing berkapasitas 2,5 juta ton. Kedua pabrik itu direncanakan mulai berproduksi pada 2012.

Dengan pengoperasian dua pabrik baru tersebut, kapasitas produksi Semen Gresik dipastikan akan meningkat mencapai lebih dari 25 juta ton per tahun.(*)