Madiun - Tiket kereta api KA) kelas ekonomi dari Stasiun Kota Madiun, Jawa Timur, menuju sejumlah kota besar menjelang liburan tahun baru yang bertepatan dengan liburan sekolah telah habis terjual atau ludes.

"Tidak hanya tiket KA eksekutif dan bisnis saja, seluruh tiket KA kelas ekonomi hingga akhir tahun 2011 juga sudah habis terjual. Penjualan telah habis sejak sepekan lalu," ujar Manajer Humas PT Kereta Api Daerah Operasional (Daop) VII Madiun, Sugianto, Jumat.

Menurut dia, tingginya penjualan tiket KA Ekonomi ini menyusul banyaknya masyarakat yang ingin merayakan Tahun Baru 2012 dengan liburan ke kota besar bersama keluarga. Apalagi, tahun ini liburan akhir tahun bersamaan dengan liburan sekolah.

"Selain itu, hal ini juga merupakan dampak dari pemberlakukan penjualan tiket tujuh hari sebelum pemberangkatan untuk tiket KA ekonomi, baik secara online ataupun langsung di reservasi. Calon penumpang banyak yang membeli tiket dahulu karena takut tidak kebagian," kata dia.

Pesanan tiket KA dengan berbagai jurusan ini masih terus berlangsung, sehingga dipastikan jadwal tiket keberangkatan kereta pada awal tahun baru mendatang akan habis dalam beberapa hari.

Sejumlah kota besar tujuan yang ramai diminati oleh calon penumpang di antaranya adalah Kota Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Semarang. Dengan menggunakan Kereta Brantas, Pasundan, Matar Maja, Sri Tanjung, dan juga Logawa.

Sugianto menjelaskan, secara total selama liburan Natal dan tahun baru, penjualan tiket kereta api baik kelas eksekutif, bisnis, maupun ekonomi, meningkat hingga 200 persen jika dibandingkan dengan hari biasa.

Meski demikian, pihaknya tetap membatasi jumlah penumpang KA tidak lebih dari 100 persen. Yakni, KA eksekutif mencapai 50 penumpang per gerbong, KA bisnis mencapai 60 penumpang per gerbong, dan KA ekonomi sebanyak 106 penumpang per gerbong.

"Pembatasan jumlah penumpang hingga 100 persen tetap berlaku. Hal ini untuk menjaga kenyamanan dan keamanan penumpang selama perjalanan dengan menggunakan kereta," kata dia.

Ia menambahkan, guna mengantisipasi lonjakan penumpang yang menggunakan jasa kereta api, pihak PT KA Daop VII Madiun juga akan melakukan penambahan jumlah gerbong sesuai dengan kekuatan dari setiap lokomotif.

"Pada dasarnya kami tidak ada penambahkan kereta baru, namun kami akan memaksimalakan jumlah gerbong yang dibawa untuk semua kelas kereta. Sebagai contoh KA kelas eksekutif Bangukarta, yang biasanya hanya membawa tujuh gerbong, pada masa liburan Natal dan tahun baru kali ini bisa membawa sampai dengan sembilan gerbong," kata Sugianto.

Pemaksimalan gerbong ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama musim liburan hari raya Natal 2011 dan Tahun Baru 2012. (*)