Surabaya - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jawa Timur berkomitmen meningkatkan semangat kewirausahaan masyarakat Madura karena daya saing ekonomi di Pulau Garam lebih rendah daripada di kota dan kabupaten lainnya di Jatim.

"Untuk itu, kami berupaya mengoptimalkan peran anggota dan pengurus di daerah sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan kepada masyarakat Madura," kata Plt Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jatim Giri Bayu Kusumah dalam rilisnya di Surabaya, Senin.

Ia meyakini, seluruh anggotanya di wilayah tersebut dapat memperjuangkan kepentingan pengusaha muda seiring telah dicanangkan gerakan penciptaan 3.000 pengusaha muda baru di Jatim dalam tiga tahun.

"Program tersebut kami harapkan bisa membantu pertumbuhan perekonomian masyarakat Madura pada masa mendatang," ujarnya.

Apalagi, ungkap dia, sesuai penelitian Bank Indonesia dan Universitas Padjajaran Bandung pada tahun 2008 bahwa daya saing daerah khususnya empat kabupaten di Madura menempati posisi kurang memuaskan.

"Pada umumnya, daya saing Bangkalan berada di peringkat 331 dari 434 kota/kabupaten yang diteliti, Sampang berada di peringkat 407, Sumenep di peringkat 248, dan Pamekasan di posisi 406," katanya.

Ia menilai, pencapaian rendahnya daya saing masyarakat Madura tak sebanding dengan potensi ekonomi di sana terutama keberadaan sumber daya alamnya.

"Kami sangat menyayangkan kenapa daya saing empat daerah di Madura kalah dengan wilayah yang potensi ekonominya di bawah Madura," katanya.

Ia mencontohkan, daya saing masyarakat di Jombang mampu menempati peringkat 190. Lalu, masyarakat Magetan bisa mencatatkan daya saing di peringkat ke-283 dan Ponorogo 265.

"Di sisi lain, perekonomian Madura kalau ditelaah dari kinerja perbankan juga melambat," katanya.

Ia melanjutkan, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan di empat kabupaten wilayah Madura pada tahun 2009 hanya 1,6 persen dari total DPK Jatim atau setara Rp2,281 triliun.

"Selain itu, realisasi penyaluran kreditnya mencapai Rp2,826 triliun atau hanya 1,9 persen dari total kredit perbankan di Jatim," katanya. (*)