Ngawi - Satu dari 237 jamaah haji asal Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, yang telah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, diketahui telah pulang terlebih dahulu dari rombongannya, akibat sakit.

"Memang ada satu jamaah haji asal Kabupaten Ngawi yang terpaksa pulang lebih dulu dari jadwal yang ditentukan karena yang bersangkutan sakit," ujar anggota Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) tahun 2011 Kabupaten Ngawi, Suranto, kepada wartawan, Rabu.

Menurut dia, meski yang bersangkutan pulang lebih dulu dari jadwal kepulangan jamaah haji Ngawi, namun yang bersangkutan telah menunaikan kewajiban hajinya.

"Sehingga, yang bersangkutan tetap menyandang predikat sebagai haji saat pulang ke Tanah Air. Dan semoga dapat menjadi haji yang mabrur," kata Suranto.

Dengan satu jamaah haji yang pulang lebih dulu tersebut maka jumlah jamaah haji asal Ngawi yang datang pada Selasa (6/12) malam sebanyak 236 orang.

Upacara penyambutan kedatangan 236 haji asal Ngawi dilakukan di Pendopo Wedya Graha dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Kabupaten Ngawi, Mas Agoes Nirbito. Ribuan keluarga jamaah haji telah menunggu di lokasi berjam-jam sebelum kedatangan.

Suasana haru menyelimuti penyambutan kedatangan para jamaah haji yang bertemu kembali dengan sanak saudaranya setelah 40 hari mereka berpisah.

"Alhamdulilah, saya bisa berkumpul kembali dengan seluruh keluarga. Saya juga bersyukur karena selama menunaikan ibadah haji di Tanah Suci tidak menghadapi kendala apapun, padahal saya memiliki sakit diabetes. Semoga menjadi haji yang mabrur," ujar Siti Maimunah, salah satu jamaah haji Ngawi asal Desa Tempuran, Kecamatan Paron.

Anggota Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) tahun 2011 Kabupaten Ngawi, Suranto, menambahkan, berdasarkan laporan tim medis yang mendampingi jamaah haji, secara umum kondisi kesehatan jamaah haji Ngawi sangat baik.

Ada beberapa haji yang sempat sakit, namun sakit tersebut hanya sakit ringan seperti flu, batuk, dan pilek. Hal ini wajar karena terjadi perbedaan suhu di Indonesia dan Arab.

Data Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ngawi, mencatat, dari 237 calon haji yang berangkat tahun ini, sebanyak 61,6 persen di antaranya telah berusia 50 tahun ke atas. Sedangkan sisanya, 38,3 persen atau 91 orang berusia antara 18 hingga 50 tahun. (*)