Madiun - Tiga dari enam bocah warga Kabupaten Madiun, Sabtu, ditemukan tewas akibat tenggelam di Waduk Dawuhan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri, sedangkan bocah lainnya selamat.

Ketiga bocah tewas akibat tenggelam adalah Wahyu Aji, Septian, dan Syaiful. Ketiganya merupakan warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Wonoasri, dan merupakan siswa SDN Ngadirejo 2.

Sementara itu, korban selamat adalah Lukito, Elias, dan Wahyu, yang juga bersekolah di tempat yang sama.

Korban selamat, Lukito, kepada wartawan mengatakan, ia saat itu berenam dengan teman-temannya berniat mencari jangkrik di sekitar waduk.

Mereka berlima menumpang perahu kecil untuk menyeberang ke daratan kecil yang berada di tengah waduk. Hanya Elias yang tidak ikut naik perahu, karena ia mengakui tidak dapat berenang.

"Di atas perahu ada kami berlima, yakni Wahyu Aji, Septian, Syaiful, Wahyu, dan saya. Perahu baru berjalan sekitar 15 meter dari pinggir waduk, tiba-tiba air waduk masuk memenuhi perahu. Kami tidak tahu jika perahu yang biasanya ada di tepi waduk tersebut bocor," ujar Lukito.

Para bocah tersebut langsung panik begitu mengetahui air dengan cepat masuk dalam perahu. Kepanikan mereka membuat perahu tidak imbang, goyang, dan akhirnya terbalik.

Akhirnya, kelima bocah tersebut terjatuh ke waduk yang diperkirakan dalamnya mencapai dua hingga tiga meter.

"Kami panik hingga akhirnya perahu terbalik dan semuanya tercebur ke air. Saya dan Wahyu bisa berenang dan selamat sampai ke tepian. Namun, Wahyu Aji, Septian, dan Syaiful tidak berhasil karena tidak dapat berenang. Mereka akhirnya tenggelam," terang Lukito.

Mengetahui temannya tenggelam, Lukito, Elias, dan Wahyu berusaha meminta pertolongan warga desa setempat. Warga yang mendatangi lokasi langsung melakukan pencarian. Jenazah korban dapat ditemukan dua jam berikutnya.

"Jasad ketiga korban dapat ditemukan tidak jauh dari lokasinya tenggelam. Setelah dievakuasi, ketiga jasad korban tersebut langsung dibawa ke RSUD Caruban untuk diidentifikasi," ujar salah satu warga yang ikut mengevakuasi korban, Senen.(*)