Nama Nongkojajar secara administratif tidak tercantum dalam peta Tata Pemerintahan Kabupaten Pasuruan. Sebab Nongkojajar hanyalah sebutan lain wilayah Kecamatan Tutur yang berada di kawasan kaki Gunung Bromo.

Bahkan popularitas nama Nongkojajar telah melesat jauh meninggalkan Kabupaten Pasuruan. Padahal, kawasan nan-asri dan memesona tersebut, menyimpan potensi wisata berbasis agro.

Obyek-obyek wisata agro di Nongkojajar itu di antaranya, Condido Agro, Krisna Agro, Elvira Agro, Bukit Flora, dan Bhakri Alam Farm, serta Air Terjun Waru atau yang sering disebut Air Terjun Cinta, karena bentuk daun Waru yang merupakan simbul hati.

Di obyek-obyek wisata tersebut wisatawan bisa menikmati segarnya buah apel, stroberi, naga, serta durian yang bisa dipetik langsung dari pohonnya, serta susu segar, bukan langsung dari sapinya, tapi susu segar yang telah melalui proses pasteurisasi.

Atau sekadar jalan-jalan sambil memetik bunga krisan, dan buah cabai raksasa paprika yang dibudidayakan dalam kebun-kebun "green house", atau bercengkerama sambil menikmati panorama "landscaping" kawasan Nongkojajar di Air Terjun Waru.

Kawasan alam Nongkojajar yang masih segar bisa menjadi pilihan keluarga untuk sekadar melepas kegiatan rutinitas keseharian di kota (retret). Itu sebabnya di wilayah Nongkojajar juga banyak terdapat rumah retret, atau rumah warga yang bisa disewa sebagai "home stay".

Hanya saja kawasan Nongkojajar sebagai destinasi wisata baru di Pasuruan kurang dikenal karena salah satu penyebanya adalah "kekacauan" sebutan nama tersebut. Bahkan Nongkojajar sering disebut-sebut masuk dalam wilayah Malang.

Padahal lokasinya cukup strategis. Dua pintu gerbang masuk wilayah Nongkojajar berada di pinggir jalan utama Malang – Surabaya. Pertama, lewat Purwodadi, dan kedua lewat Purwosari.

Kedua ruas jalan menuju Nongkojajar tersebut telah beraspal mulus (hotmix). Jarak Nongkojajar dari dua pintu gerbang masuk tersebut sekitar 20 kilometer.

Kawasan wisata Nongkojajar bisa dijangkau dengan menggunakan kendaraan pribadi. Hanya yang lewat pintu gerbang di Purwodadi yang telah tersedia kendaraan penumpang umum.


Rute perjalanan menuju Nongkojajar lewat pintu gerbang Purwodadi, tepatnya di sebelah selatan Kebun Raya Purwodaddi, wisatawan masuk ke arah timur, atau ke kiri jika dari arah Surabaya atau ke kanan jika dari arah Malang.

Sedangkan yang lewat Purwosari, bagi wisatawan yang datang dari arah Surabaya, sesampainya simpang iuga Purwosari berbelok ke kiri, ke arah Pasuruan. Di simpang tiga sebelah utara SMKN Ourwosari, wisatawan masuk ke timur atau ke kanan.

Sepanjang perjalanan menuju Nongkojajar, baik yang masuk lewat Purwodadi maupun Purwosari, wisatawan bisa sudah bisa menikmati panorama pedesaan dengan kontur lahan yang menarik, seperti kebun buah, dan sayuran.

Atau pada jam-jam teretntu, yakni pada pagi hari atau sore hari, wisatawan akan berpasaan dengan sejumlah warga yang menyunggi kaleng-kaleng berisi susu segar yang akan menyetor ke pos-pos penampungan.

Bagi wisatawan yang akan ke Nongkojajar hendaknya bisa menyusun perencanaan terlebih dulu, karena obyek wisata agro sangat tergantung musim. Meski secara rutin musim panen berbagai komoditas berlangsung saling sambung bergantian.

Untuk bisa mengetahui secara pasti di Nongkojajar sedang musim apa, dan posisi kebun yang telah siap panen, alangkah baiknya calon wisatawan menghubungi "Agrotech Teleceter" di Jalan Raya Mesagi No.9 Nongkojajar, lewat kontak person, Rudy Cahyadi di telpon 0343 6650953 atau 08125299036.

Berwisata ke Nongkojajaer juga bisa dilanjutkan ke Gunung Bromo, karena Nongkojajar juga merupakan pintu gerbang obyek wisata andalan Jawa Timur lewat barat (Pasuruan). Atau dilanjutkan mampir ke Kebun Raya Purwodadi, atau ke Taman Safari Indonesia Prigen.

Silakan mencoba menikmati paket Wisata Agro Nongkojajar.(Musyawir). mus1602@yahoo.co.id