Surabaya - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sifat hujan sebagian besar wilayah Jawa Timur pada musim hujan 2011-2012 normal dan sedikit yang di bawah normal.

"Sedangkan yang sifat hujannya di atas normal, tidak ada," kata prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Eko Prasetyo, di Surabaya, Sabtu.

Berdasarkan data BMKG, sifat hujan di Indonesia pada 2011-2012 terdiri dari 11,7 persen diatas normal, 78,07 persen kategori normal dan 10,23 persen tergolong di bawah normal.

Menurut Eko, daerah di Jatim yang sifat hujannya normal di antaranya Bondowoso bagian utara dan tengah, Probolinggo, Situbondo dan sebagian Jember.

Sementara daerah yang sifat hujannya di bawah normal seperti Jember bagian barat laut, tengah dan selatan, Blitar bagian timur dan tengah, Malang bagian barat dan selatan serta Surabaya.

Ia menjelaskan, sebagian wilayah Jatim saat ini ada yang masih pada posisi musim kemarau, tapi sebagian lainnya sudah memasuki masa transisi.

Daerah yang masih dalam posisi musim kemarau antara lain pesisir utara seperti Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Nganjuk bagian tengah dan Kediri bagian timur.

Sedangkan daerah yang sudah masuk masa transisi di antaranya Ponorogo bagian utara, Magetan bagian timur dan selatan, Madiun bagian selatan, Pacitan bagian utara, Trenggalek bagian selatan, Surabaya, Sidoarjo, pasuruan, Probolinggo, Lumajang dan Bondowoso.

Meskipun sebagian besar wilayah Jatim sifat hujannya normal, tapi ia tetap mengingatkan kemungkinan terjadinya banjir.

Surabaya, misalnya, kata dia, daya dukung lingkungnya cenderung berkurang kualitasnya. Tanah pekarangan warga sudah banyak diplester sehingga area resapan air juga menurun.

"Meskipun sifat hujan normal, tapi kalau daya dukung saluran pembuangan air tidak maksimal maka akan terjadi genangan dimana-mana," ujarnya.

Eko menambahkan bahwa Surabaya yang diprakirakan masuk musim hujan pada dasarian kedua November, hingga tiga hari ke depan berpotensi diguyur hujan. (*)