Madiun - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Amir Syamsuddin, Selasa, mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun yang berada di Jalan Yos Sudarso, Kota Madiun, Jawa Timur.

Dalam kunjungannya tersebut, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddim meminta kepada kalangan pers untuk memberitakan hal-hal yang menyangkut lapas maupun rumah tahanan (rutan) secara berimbang.

Kepada kalangan lapas atau rutan ia juga berpesan hendaknya terbuka pada pers atau tidak menutup diri, agar tidak menimbulkan prasangka buruk.

"Pers harus membuat berita yang obyektif. Selama ini, saya menilai berita yang ditulis media massa mengenai lapas atau rutan, lebih banyak kurang obyektif," ujar Amir Syamsuddin seusai melakukan kunjungan di Lapas Kelas I Madiun.

Namun demikian, ia tidak menampik jika lapas rawan praktik-praktik ilegal terkait tahanan seperti temuan masuknya barang-barang terlarang di dalam lapas atau rutan, hingga pemberian fasilitas bagi narapidana tertentu karena adanya "permainan" antara petugas dengan napi.

Amir menilai hal-hal semacam itu rawan dijadikan berita tidak obyektif. Karena itu, kalangan lapas atau rutan sendiri juga dituntut bersikap terbuka kepada pers, agar saluran informasi tidak terhambat. Hal-hal semacam itu hendakanya dijadikan berita yang berimbang dengan kritik membangun.

Dalam kunjungan pertamanya di Lapas Madiun, Amir melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi di Lapas Kelas I Madiun. Ia bahkan menyempatkan diri berdialog dengan salah seorang narapidana narkoba yang sedang mengikuti "training community" (TC).

TC merupakan salah satu kegiatan pembelajaran bagi penghuni lapas di bidang religi dan sosial. Kegiatan ini untuk mengasah kembali sisi religius dan sosial para narapidana sehingga dapat menjadi bekal untuk kembali ke masyarakat nanti.

Salah satu narapidana narkoba Yongki, mengaku senang mengikuti kegiatan TC. Kegiatan tersebut membuat dirinya sadar dan berusaha lebih baik.

"Saya merasa lebih tenang di sini dengan mendapatkan TC. Pendidikan religinya menjarkan kami tentang shalat bersama, pengajian dan pembelajaran Al Quran," kata Yongki. (*)