Jakarta - Tentara Nasional Indonesia dan Polri kembali melakukan latihan gabungan antiteror pada akhir Oktober 2011, guna meningkatkan sinergitas dan koordinasi kedua institusi dalam penanggulangan teror.

Apel kesiapan latihan gabungan antiteror dengan sandi "Waspada Nusa III" di gelar di Markas Komando Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat (Kopassus) Cijantung, Jakarta, Jumat.

Apel kesiapan yang diikuti seluruh personel pasukan khusus TNI-Polri dipimpin Brigjen Pol Aries selaku Direktur Geladi (Dirgla) latihan bersama penanggulangan teror TNI-Polri Waspada Nusa III.

Brigjen Pol Aries dalam apel itu didampingi Wadirgla Brigjen TNI Doni Monardo yang sehari-hari menjabat Wakil Komandan Danjen Kopassus.

Latihan gabungan yang akan digelar pada 27 Oktober tersebut, menetapkan beberapa lokasi sebagai tempat simulasi penanganan terorisme, baik di darat maupun di laut.

Beberapa tempat itu antara lain Hotel Sultan, Gedung Bursa Efek Indonesia, Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priok dan Gedung TVRI, kata perwira penerangan Kopassus Susilo.

Latihan serupa sebelumnya telah digelar pada 2008 dan 2010, dengan mengambil beberapa lokasi simulasi yang sama pula.

Sebelumnya pada peringatan HUT ke-66 TNI, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono mengingatkan kembali pentingnya keterlibatan TNI dalam penanggulangan terorisme.

"Meskipun masalah keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi tanggung jawab kepolisian negara, namun TNI harus ikut serta dalam mencegah timbulnya aksi terorisme yang membahayakan rakyat tidak berdosa, serta gerakan separatis bersenjata yang mengancam kedaulatan negara," ujar Presiden.