Surabaya - Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) siap menampung 4-5 kloter atau sekitar 2.250 jamaah yang akan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

"Seluruh bagian sudah dibenahi, sehingga AHES sudah siap menampung 4-5 kloter dalam sehari," kata Humas PPIH Embarkasi Surabaya H Fatchul Arif di sela-sela persiapan di AHES Sukolilo, Surabaya, Minggu.

Ia menjelaskan, pembenahan itu, antara lain pengecatan gedung, pembersihan lingkungan, perbaikan drainase, penambahan fasilitas layanan umum, dan sebagainya.

"Tinggal pelayanan kepada calhaj yang akan masuk asrama haji. Kloter pertama Calhaj Jatim yang masuk AHES pada 1 Oktober dari Bangkalan, lalu Sampang, Pamekasan, dan Sumenep," katanya.

Hasil qur'ah (undian) urutan keresidenan secara berurutan adalah Keresidenan Madura, Besuki, Kediri, Surabaya, Bojonegoro, Malang, dan Madiun.

Selain itu, Embarkasi Surabaya juga melayani calhaj dari provinsi lain, yakni NTB sebanyak 4.494 calhaj, NTT 650 calhaj, dan Bali 639 calhaj.

Informasi dari sumber lain di AHES menyebutkan, pelayanan terbaik yang dilakukan petugas AHES tampaknya tidak diikuti dengan pelayanan terbaik di tingkat daerah.

"Kami prihatin, karena ada petugas haji di Pamekasan dan Gresik yang 'menjualbelikan' kursi milik calhaj yang dipastikan batal berangkat kepada calhaj di urutan bawahnya dengan tarif tertentu," kata petugas AHES yang enggan disebutkan namanya itu.

Sementara itu, Kabid Dokumentasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya Hj Hikmah Rahman menjelaskan, kuota tambahan dari pemerintah Arab Saudi sebanyak 10.000 calhaj membuat kloter di Embarkasi Surabaya bertambah dari 90 menjadi 91 kloter.

"Jatim sendiri menerima tambahan kuota sebanyak 301 calhaj, padahal Bali, NTT, dan NTB juga mendapatkan tambahan kuota," katanya, didampingi staf Siskohat Edy Susilo.

Namun, katanya, kuota haji tambahan itu juga sudah habis sesuai prioritas Menteri Agama untuk calhaj berusia 60 tahun serta calhaj suami-istri atau calhaj orang tua-anak yang terpisah keberangkatannya, karena calhaj yang mengajukan permohonan mencapai 600 orang.

"Paspor dan visa calhaj Jatim juga beres, karena 99 persen paspor calhaj Jatim sudah tuntas dan bahkan 95 persen paspor di antaranya juga sudah tuntas bersama visa-nya," katanya.