Surabaya - Sebanyak 300 personel TNI mengikuti kegiatan latihan bersama Markas Komando Operasi Amfibi 2011 di Pusat Latihan Kapal Perang, Kolatarmatim, Ujung, Surabaya, 20-23 September 2011.

Latihan yang dibuka Komandan Komando Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI, Mayjen TNI M Sochib di Surabaya, Selasa, diikuti unsur pimpinan dan pembantu pimpinan dalam suatu Komando Operasi Tugas Gabungan dan Komando Satuan Taktis.

Hadir dalam pembukaan latihan, antara lain Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksmana Muda TNI Ade Supandi dan Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) V Laksamana Pertama M Atok Urrahman.

"Latihan ini untuk mengasah keterampilan dalam proses pengambilan keputusan militer, guna merumuskan konsep rencana operasi gabungan dan operasi taktis," paparnya.

Ditemui usai membuka latihan, Sochib mengemukakan bahwa kegiatan ini juga melatih unsur pimpinan TNI dalam pengendalian operasi melalui "Tactical Floor Game", Table Game dan "Tactical Air Manuvre Game".

"Selain di Koarmatim, latihan serupa juga digelar di kesatuan TNI AD dan AU. Kegiatan di Koarmatim ini, untuk mewujudkan suatu rencana operasi terhadap kemungkinan munculnya ancaman di wilayah timur NKRI," ucapnya, menambahkan.

Ia menuturkan, selain latihan markas komando, Mabes TNI juga mengagendakan latihan bersama di lapangan yang melibatkan unsur kekuatan dari tiga angkatan pada November dan Desember 2011.

Namun, latihan perang bersama itu tidak dalam skala besar, karena hanya setingkat kompi dengan melibatkan sekitar 3.000 personel TNI.

"Skala latihan bersama nanti tidak terlalu besar karena hanya setingkat kompi dari tiga unsur kekuatan TNI, yakni darat, laut dan udara. Latihan skala besar diagendakan tahun berikutnya," tutur Mayjen TNI Sochib.

Ia mengatakan, latihan perang akan dimulai dengan gladi posko pada November dan dilanjutkan gladi lapangan yang berlangsung pertengahan Desember.

"Kegiatan latihan bersama ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan kesiapan personel TNI dalam menghadapi tugas pengamanan wilayah NKRI dari berbagai ancaman," ujarnya.