Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo mengatakan Australia merupakan mitra penting Indonesia dalam menciptakan perdamaian di kawasan Asia Pasifik, sehingga perlu peningkatan hubungan kerja sama terutama angkatan darat kedua pihak.

"Tentu kerja sama itu harus didasari rasa saling menghormati, saling menghargai, saling percaya dan cintai damai," katanya, saat menerima kunjungan kehormatan Kasad Australia Letnan Jenderal David L, Morrison di Jakarta, Rabu.

Kasad Jenderal Pramono mengatakan TNI Angkatan Darat senantiasa berkomitmen untuk terus membangun hubungan yang lebih erat dengan Angkatan Darat Australia.

"Selain kerja sama dalam bidang pendidikan dan latihan perlu juga adanya kerja sama pertukaran informasi intelijen. Untuk itu
kerja sama yang kita bangun, tetap berlandaskan kepada prinsip saling percaya, saling menghormati dan saling menguntungkan serta senantiasa menjunjung tinggi semangat cinta damai," katanya.

Setelah melakukan kunjungan kehormatan kepada Kasad, kemudian David L Morrison yang didampingi Komandan Pasukan Khusus Australia Mayor Jenderal P.W (Gus) Gilmore ke Markas Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat atau Kopassus Cijantung, Jakarta Timur.

Latihan Bersama

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat menggelar latihan bersama pasukan khusus Australia, Special Operations Command (SOCOMD).

Latihan dengan sandi "Dawn Komodo XI/2011 selama dua minggu yang diikuti 40 personel Kopassus dan 34 personel Pasukan Khusus Australia, di Pulau Kotok, Kepulauan Seribu.

Dalam latihan bersama itu, pasukan khusus dari kedua negara berlatih menembak reaksi, penanggulangan teror aspek laut, dan pengetahuan sandi yudha. Lokasi latihan digelar di Pulau Kotok dan Pulau Sebaru, kawasan Kepulauan Seribu Jakarta Utara.

Latihan bersama itu merupakan wahana untuk saling tukar pengetahuan antarkedua delegasi.

"Juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan prajurit dalam bidang teknik dan taktik pertempuran baik perorangan maupun kelompok," katan Komandan Kopassus Mayjen TNI TNI Lodewijk F. Paulus.