Sidoarjo - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Kabupaten Sidoarjo akan melakukan normalisasi sungai yang ada di Kabupaten Sidoarjo menyusul adanya pendangkalan sejumlah sungai saat terjadi musim kemarau seperti sekarang ini.

Humas Dinas PU Pengairan Kabupaten Sidoarjo Unas Eriyanto, Rabu, mengatakan, normalisasi tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi semakin dangkalnya dasar sungai di beberapa titik, terutama di sungai-sungai yang memiliki fungsi strategis.

"Ada beberapa sungai yang segera kita lakukan normalisasi pada musim kemarau ini, langkah ini bertujuan untuk antisipasi segala kemungkinan yang timbul saat musim penghujan nanti,” katanya.

Ia mengemukakan, banyaknya pendangkalan yang terjadi di beberapa sungai di Sidoarjo, sebenarnya juga diakibatkan kurangnya kesadaran warga menjaga lingkungan sekitarnya seperti membuang sampah sembarangan.

"Salah satu penyebab pendangkalan itu salah satunya dari sampah sampah yang menumpuk di sungai itu dan membuat kondisi sungai menjadi dangkal," katanya.

Meski demikian, kata dia, Dinas Pengairan tidak akan lepas tangan dan akan segera berupaya melakukan pengerukan dengan anggaran yang ada.

Tentunya, lanjt dia, dengan melakukan prioritas-prioritas dalam menangani, dan tidak bisa lansung secara bersamaan dikeruk, karena butuh anggaran yang sangat besar.

"Pastinya akan ada pilihan diantara sungai yang memang sudah saatnya dilakukan normalisasi," katanya.

Ia menyebutkan, seperti yang terjadi di sungai Buntung Waru itu saja telah menghabiskan dana sekitar Rp4,5 milyar untuk program pengendalian banjir dengan melakukan pengerukan sepanjang 10 kilometer dari panjang Avoer Buntung itu sekitar 32 kilometer.

"Jumlah seluruh sungai di Sidoarjo yang menuju ke laut dan butuh penanganan yang sama sebanyak 47 sungai dan panjangnya bisa sampai ratusan kilometer," katanya.

Dalam mengatasi ini, lanjut dia, PU Pengairan Sidoarjo akan melakukan kerjasama dengan PU Pengairan Provinsi Jatim dan juga Balai Besar Sungai Brantas, untuk mendapatkan bantuan pengerukan sungai yang dangkal secara massal tersebut.

Dia mengemukakan, program yang telah diusulkan untuk mengatasi masalah ini, meliputi normalisasi 14 sungai yang menuju ke laut dan juga rehabilitasi saluran.